#Ramadhan Karim 1440HSURAT PEMBACA

Ramadhan, Momentum Perubahan Hakiki

Seorang manusia sejatinya sangat menginginkan perubahan, siapa pun orangnya. Dari yang miskin sampai menjadi kaya, dari yang bodoh ingin menjadi pintar, dari yang hitam ingin menjadi putih, dari yang kaya ingin menjadi lebih kaya lagi, dari pejabat biasa ingin menjadi pejabat tinggi dan masih banyak lagi hal lainnya. Perubahan ini sangat manusiawi karena kodratnya manusia ingin berubah. Itu baru skup kecilnya, begitu pun dengan masyarakat dalam bernegara saat ini amat sangat menginginkan perubahan.

Namun, perubahan yang seperti apa yang diinginkan masyarakat saat ini? Sudah barang tentu perubahan ke arah yang lebih baik! Pertanyaaannya, jadi selama ini masyarakat belum bisa merasakan kehidupan yang layak dan lebih baik?

Baiklah kita lihat fakta yang ada saja! Apa benar saat ini kita sudah mengalami kesejahteraan yang membawa ketenteraman baik dalam kehidupan kesehariaan maupun dalam beribadah? Apa benar kita sekarang sudah bisa merasakan bahwa kita dapat hidup dengan layak? Apa sudah kita merasakan mudah dalam menuntut ilmu tanpa dibayangi dengan biaya yang membuat kita menghela nafas? Apa kita dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau? Atau kita bisa tinggal di rumah hunian yang layak tanpa riba? Kita sudah memperoleh jaminan kesehatan dengan selayaknya? Masih banyak pertanyaan lain yang mungkin belum bisa terjawab oleh pemerintahan saat ini.

Perubahan ini sangat berkaitan erat dengan perjuangan, setiap perubahan selalu ada yang dikorbankan dan menjadi korban. Maka, dalam melaksankan perubahan dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar agar hasilnya bisa maksimal. Namun ada yang salah pada persepsi kebanyakan orang saat ini, mereka menginginkan perubahan dengan cara pragmatis dan instan bahkan praktis, jadilah mereka mengadopsi cara-cara kapitalis liberal.

Apakah mengadopsi cara-cara kapitalis liberal dapat membawa perubahan yang sejati? Jawabnya tidak. Perubahan dengan cara yang salah akan membuahkan hasil yang salah pula. Maka, jangan pernah berharap pada hasil yang ada pada saat ini karena Anda akan kecewa. Sejatinya sistem kapitalis liberal adalah sistem yang menghalalkan segala cara baik itu menindas, memaksa yang lemah, menjungjung tinggi si pemilik modal besar, merangkul para pemain politik yang bisa memberikan keuntungan, main sikut kanan sikut kiri tanpa melihat siapa lawan dan siapa kawan karena sedetik lawan bisa menjadi kawan dan sedetik kemudian kawan bisa menjadi lawan. Itulah yang terjadi dan faktanya.

Oleh karena itu, Ramadhan adalah momen manusia untuk introspeksi diri, berbenah diri dan memperjuangkan perubahan dengan jalan yang haq dan lurus sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh suri teladan kita Rasulullah SAW. Walaupun itu harus menentang arus, jalan yang benar ini sering dikatakan asing aneh dan enggak kekinian. Namun, yang benar adalah benar dan salah adalah salah walaupun akan banyak rintangan, hambatan, cobaan, gangguan dan ancaman. Yakinlah Allah SWT akan selalu bersama dengan orang-orang yang yakin dan senantiasa berpegang teguh pada tuntunan-Nya serta syariat-Nya.

Maka, bulan Ramadhan ini seharusnya kita jadikan sebagai bulan perubahan, ketundukan kepada syariat Allah SWT karena kita sebagai manusia adalah makhluk bodoh, lemah, terbatas. Yang Maha Pintar dan Kuat hanyalah Allah sebagai pemilik ilmu. Itu sebabnya kita harus selalu haus akan mencari ilmu. Itulah kenapa begitu banyak tampak kerusakan di muka bumi diakibatkan oleh orang-orang yang sombong dan enggan mengakui Hukum Allah. Mereka begitu sombong dan bangga dengan kerusakan yang telah mereka buat. Naudzubillahi mindzalik.

Saudaraku yang seiman dan seakidah, marilah kita jadikan Ramadhan ini sebagai momen menuju perubahan hakiki dilandaskan pada perjuangan sesuai dengan syariat-Nya dan sesuai dengan tuntunan-Nya walaupun cobaan yang akan kita hadapi begitu dahsyat. Orang Mukmin yang hidup pada zaman ini bagaikan tangan yang menggenggam bara api karena sejatinya perjuangan itu membutuhkan pengorbanan dari para ksatrianya. Andakah ksatria yang akan memperjuangkan perubahan menuju kebenaran yang hakiki di mata Allah SWT? []

Nurhayati
Ibu Rumah Tangga, tinggal di Depok

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close