INTERNASIONAL

Arab Saudi: Dakwah Islam Harus Berizin, Buku ‘Ekstremisme’ Dilenyapkan

Riyadh (SI Online) – Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan sejumlah aturan baru terkait dakwah Islam dan Masjid.

Pemerintah tidak membolehkan kegiatan dakwah Islam tanpa mengantongi izin terlebih dahulu.

Selain itu juga memerintahkan pihak masjid meninjau perpustakaan setempat dan melenyapkan buku-buku yang menyerukan “ekstremisme dan keberpihakan.”

Baca juga: Rezim Al Sisi Larang Buku-Buku Ikhwanul Muslimin Masuk ke Masjid

Ada lima surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Urusan, Seruan dan Bimbingan Islam, Syekh Abdullatif Al Sheikh.

Isinya tidak akan ada kegiatan dakwah Islam tanpa mendapatkan izin dari kementerian dan mereka yang melanggar arahan akan dimintai pertanggungjawaban.

Al Sheikh menginstruksikan cabang kementerian harus menindaklanjuti implementasinya dan menyerahkan laporan berkala kepada kementerian.

Surat edaran itu ditujukan kepada karyawan masjid, termasuk imam, penceramah, muazin, khatib resmi, dan khatib paruh waktu di berbagai wilayah Kerajaan Arab Saudi.

Surat edaran kedua membahas tentang memerangi ekstremisme dan keberpihakan. Menteri Al Sheikh menyoroti pentingnya perpustakaan masjid sebagai gudang intelektual bagi mereka yang mencari ilmu, seperti peneliti dan mahasiswa.

Menteri mengarahkan departemen terkait untuk meninjau perpustakaan-perpustakaan masjid dan memberi mereka makan dengan apa yang berguna dan bermanfaat, dan agar melenyapkan buku-buku yang menyerukan ekstremisme dan keberpihakan.

Setiap cabang kementerian bertugas menyiapkan daftar buku yang disimpan di perpustakaan-perpustakaan tersebut dan memastikan bahwa tidak ada buku yang disimpan di perpustakaan tanpa persetujuan.

Karyawan masjid juga diarahkan untuk menghapus semua buku yang tidak sah dari perpustakaan.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button