INTERNASIONAL

Bekas Petinggi Mossad Bantah 15 Orang yang Ditangkap Turki Intel Israel

Tel Aviv (SI Online) – Bekas Wakil Direktur Mossad, Ram Ben-Barak, mengeklaim tak satu pun dari 15 orang yang ditangkap di Turki adalah mata-mata Israel.

“Tidak satu pun dari nama yang dipublikasikan adalah mata-mata Israel dan oleh karena itu, itu harus ditempatkan secara proporsional,” katanya kepada Channel 12, yang dilansir Times of Israel, Senin (25/10/2021).

Bantahan Ben-Barak ini muncul setelah salah satu dari 15 orang yang ditangkap badan intelijen Turki benar-benar mengaku sebagai agen Mossad, badan intelijen Israel yang beroperasi di luar negeri.

Ben-Barak, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset (Parlemen), mempertanyakan prestasi badan intelijen Turki karena dia anggap telah mempublikasikan informasi palsu.

Baca juga: Turki Tangkap 15 Mata-Mata Mossad

Media Sabah, yang dekat dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pada Jumat pekan lalu melakukan wawancara dengan salah satu tahanan, yang diidentifikasi hanya dengan inisialnya M.A.S.

“Saya bertemu langsung dengan seorang pejabat Mossad. Dia mengajari saya mengenkripsi file di laptop,” kata M.A.S. kepada Sabah.

Pria itu, yang memiliki perusahaan layanan konsultasi untuk mahasiswa yang datang dari luar negeri ke Istanbul, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa dia ditugaskan untuk memantau warga Palestina di Turki.

Dia mengatakan pertama kali didekati oleh seorang pria yang mengaku mewakili orang Arab yang berbasis di Jerman yang tertarik untuk belajar di Turki.

Pria itu awalnya dikirimi ratusan euro karena memberikan informasi tentang bagaimana mahasiswa Palestina memasuki universitas-universitas Turki dan dukungan seperti apa yang mereka terima dari otoritas Turki.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button