NUIM HIDAYAT

Mengapa Partai Islam Mudah Pecah?

Di tengah-tengah umat, kini muncul tiga partai Islam. Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI), Partai Masyumi dan Partai Ummat.

PDRI digagas oleh KH Kholil Ridwan. Ulama senior yang konsen terhadap perpolitikan di tanah air. Pengalamannya yang panjang dalam dunia organisasi atau politik, di Pelajar Islam Indonesia (PII), Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) dan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), menjadikan Kiyai Kholil cukup cermat dalam mengamati perpolitikan di tanah air.

Ia tadinya di PBB, dan kemudian kecewa dengan Partai Bulan Bintang. Terutama sikap Ketua Umumnya, Yusril Ihza Mahendra yang tidak konsisten dalam perjuangan Islam. Kini PDRI dinakhodai oleh Ustadz Farid Okbah. Dai yang aktif dalam pergolakan dakwah di tanah air.

Partai Masyumi dikomandoi oleh Abdullah Hehamahua. Seorang dai senior, mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). Masyumi dan PDRI tadinya menyatu, tapi entah mengapa kini jalan sendiri-sendiri. Kabar yang beredar, ada sedikit perbedaan pandangan antara dua penggagasnya. Kini Abdullah mengangkat Dr Ahmad Yani untuk menjalankan organisasinya.

Yang ketiga adalah Partai Ummat. Partai ini digagas oleh Prof Amien Rais, cendekiawan Islam senior yang cukup matang dalam perpolitikan di tanah air. Latar belakang ilmu politik yang digelutinya dan pengalaman panjang politik praktisnya menyebabkan Amien mantap membentuk Partai Ummat.

Amien menganggap bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) yang digagasnya telah ‘menyimpang’ dari khittah yang ia gariskan. Kader Mohammad Natsir ini menganggap bahwa PAN tidak lagi menjadi partai Islam yang idealis, karena sering bersikap pragmatis. Seperti banyak memasukkan artis dalam partainya, mendukung pemerintah Jokowi yang banyak kezalimannya dan lain-lain.

Diantara ketiga partai Islam yang sedang tumbuh itu, Partai Ummat nampaknya yang ‘leading’. Di samping ketokohan Amien Rais yang masih mengakar, juga kader-kader Muhammadiyah kini banyak yang menyeberang, yang tadinya PAN kini ke partai Ummat.

Ada sebuah peristiwa yang menarik. Pernah diantara ketiga tokoh penggagas partai itu ketemu. Pak Amien diajak bergabung ke Masyumi Reborn saat itu. Pak Amien menyatakan lihat perkembangan, siapa partainya yang paling besar, maka yang lain menggabung ke partai itu.

Gagasan Amien ini menarik dan layak untuk diwujudkan.

Memang tidak mudah menyatukan partai-partai Islam. Penyakit masing-masing ingin jadi pemimpin atau orang nomer satu, menjadikan partai Islam mudah pecah. Tokoh-tokoh partai Islam ‘kalah dewasa’ dengan partai-partai sekuler dalam mengelola organisasi. Tujuan panjang memuliakan Islam, seringkali kalah dengan ego atau nafsu berkuasa.

1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button