INTERNASIONAL

NAAS, Parpol Pertama yang Ingin Bebaskan Arab Saudi dari Dinasti al-Saud

Riyadh (SI Online) – Pada September 2020 lalu, para oposan yang tinggal di pengasingan mendirikan sebuah partai politik pertama Arab Saudi yang melawan Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Partai itu bernama Partai Majelis Nasional atau The National Assembly Party (NAAS). Partai oposisi yang kini bermarkas di Inggris ini bertekad membebaskan Arab Saudi dari dinasti al-Saud.

NAAS didirikan pada 23 September 2020, tepat pada Hari Nasional Arab Saudi. Ini adalah perlawanan politik terorganisir pertama yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Salman. Padahal hingga saat ini partai politik tetap dilarang di negara itu.

NAAS digambarkan sebagai kelompok pro-demokrasi. Kelompok tersebut menyatakan bahwa negara harus diatur dengan sistem demokrasi, yaitu gagasan pemisahan kekuasaan, menyerukan pembentukan parlemen terpilih dan peradilan independen berdasarkan konstitusi yang disetujui oleh rakyat.

Menurut Middle East Eye, kelompok tersebut belum menjelaskan posisinya tentang nasib monarki saat ini dan House of Saud [Dinasti al-Saud] dalam sistem yang mereka usulkan.

Juru bicara NAAS dalam tulisan opini berjudul “A Vision for a Democratic Saudi Arabia Free from The House of Saud [Sebuah Visi untuk Arab Saudi yang Demokratis Bebas dari Keluarga Saud]”, partai ini mengritik kebijakan luar negeri Arab Saudi terhadap negara-negara di kawasan itu, menyebutnya sebagai “agresif”.

Yahya Assiri adalah Sekretaris Jenderal NAAS. Madawi al-Rasheed sebagai juru bicara. Selain keduanya, deklarasi pendirian partai juga ditandatangani oleh Ahmed Almshikhs, Saeed al-Ghamdi, Abdullah al-Ouda (putra cendekiawan Salman al-Ouda) dan Omar Al-Zahrani.

Madawi al-Rasheed dan Abdullah al-Ouda—yang juga direktur penelitian untuk Gulf Region di Democracy for the Arab World Now (DAWN), pernah menuliskan opini mereka di Washington Post tentang NAAS.

Menurut mereka, NAAS didirikan oleh sekelompok orang buangan berbasis di Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan di tempat lain. NAAS, lanjut mereka, merupakan partai yang berakar pada prinsip-prinsip demokrasi yang berusaha memulihkan hak-hak dasar masyarakat Saudi, seperti kebebasan berbicara, akuntabilitas, pemilihan umum, dan penghormatan terhadap hukum internasional.

“Kami menganggapnya sebagai masalah mendesak untuk memecah keheningan atas represi domestik rezim Saudi yang sedang berlangsung dan pelanggaran norma-norma internasional,” tulis mereka.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button