NASIONAL

KB PII Tuntut Akuntabilitas dan Transparansi Densus 88 dalam Penangkapan Terduga Teroris

Jakarta (SI Online) – Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) menyayangkan terjadinya penangkapan dan penahanan terhadap sejumlah aktivis dakwah dan ulama oleh Densus 88 tanpa adanya bukti hukum yang kuat.

Pernyataan KB PII ini terkait dengan penangkapan oleh Densus 88 terhadap tiga ustaz yang dikenal luas publik, yakni Ustaz Farid Ahmad Okbah, Ustaz Ahmad Zain An Najah dan Ustaz Anung Al Hamat, pada Selasa pagi (16/11).

KB PII berharap agar Densus dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan berintegritas tanpa ada kepentingan politik kekuasaan atau pesanan dari pihak tertentu.

Baca juga: Polisi Tuduh Tiga Ustaz Terlibat Jamaah Islamiyah

“Meminta kepada pihak Densus 88 adanya akuntabilitas dan transparansi dalam prosedur penangkapan terhadap pihak yang dituduh terlibat jaringan kelompok teroris, karena tanpa akuntabilitas dan transparansi dapat mengarah pada tuduhan yang prematur, yang akan melukai perasaan umat Islam yang selalu menginginkan kedamaian dan kerukunan,” ungkap Ketua Umum KB PII Nasrullah Larada dalam pernyataan resminya, Kamis (18/11/2021).

KB PII, kata Nasrullah, berharap agar penangkapan terhadap sejumlah ulama dan aktivis dakwah tidak berakhir pada tindakan penghilangan nyawa di luar proses hukum (extra judicial killing). Selain itu, juga agar tidak menjadi preseden buruk bagi Densus 88 yang sering dipersepsi oleh sejumlah pihak dalam mengeksekusi orang yang diduga terlibat terorisme dengan sangat keras bahkan hingga tewas.

Baca juga: Tiga Ustaz Ditangkap Densus 88, Anggota Komisi III: Jangan Sewenang-wenang

Apabila para terduga yang terlibat jaringan terorisme yang ditangkap ternyata tidak ditemukan bukti yang kuat atas tuduhan tersebut, kata Nasrullah, maka Densus 88 agar segera membebaskannya dalam keadaan hidup dan sehat tanpa ada cacat akibat tindakan persekusi.

“Densus 88 harus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga tertuduh dan masyarakat luas khususnya umat Islam,” ungkap Nasrullah.

red: farah abdillah

Artikel Terkait

Back to top button