NASIONAL

Pernah Kritik MUI Soal Ahok, Nusron Wahid Kini Jadi Wakil Ketua Komisi di MUI

Jakarta (SI Online)-Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar secara resmi mengukuhkan kepengurusan MUI Periode 2020-2025. Pembacaan ikrar pengurus MUI dilakukan pada Kamis, 24 Desember 2020 di Hotel Sultan, Jakarta.

Tidak semua pengurus MUI hadir di Hotel Sultan. Seperti dilaporkan situs resmi MUI, mui.or.id, peserta yang hadir di lokasi acara hanya sekitar 120 orang saja.

Mereka terdiri dari Dewan Pimpinan Harian MUI Pusat seperti Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Para Ketua, Sekjen dan Wakil Sekjen, Ketua dan Sekretaris Komisi, serta perwakilan Pimpinan Dewan Pertimbangan (Wantim). Sedangkan Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH. Ma’ruf Amin, hanya menyampaikan sambutan melalui Zoom.

Sebelum pembacaan ikrar pengurus, Sekjen MUI Dr. H. Amirsyah Tambunan membacakan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI tentang Susunan dan Personalia Pengurus Komisi-komisi Dewan Pimpinan MUI Masa Khidmat 2020-2025. SK itu bernomor: Kep-144/DP-MUI/XII/2020.

Dilihat dari jumlahnya, pada periode 2020-2025 ini MUI memiliki 11 komisi. Sebelumnya ada 12 komisi. Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam pada periode sekarang dihapuskan.

Selain itu, dari segi nama, beberapa komisi mengalami perubahan. Komisi Hukum dan Perundang-undangan sekarang menjadi Komisi Hukum dan HAM, Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat menjadi Komisi Dakwah, dan Komisi Luar Negeri dan Hubungan Internasional menjadi Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional.

Dari sisi nama personel pengurus juga terdapat banyak pergantian. Pengurus MUI yang selama ini aktif dalam kegiatan “212” habis tidak tersisa. Jika pun masih ada satu atau dua nama, posisinya turun menjadi anggota komisi saja. Sebagai contoh Ustaz Fahmi Salim. Sebelumnya, perwakilan tokoh muda Muhammadiyah ini menjabat Wakil Ketua Komisi Dakwah, sekarang ia hanya menjadi anggota saja. Beruntung, salah satu posisi Wakil Ketua Komisi Dakwah masih ditempati mubaligh senior Muhammadiyah, Buya Risman Muchtar.

Nusron Wahid saat tampil di ILC tvOne yang membahas tentang Ahok, pada 2016 lalu.

Perubahan mencolok terjadi di Komisi Kerukunan Antarumat Beragama (KUB). Abdul Moqsith, dosen UIN Jakarta yang dahulu dikenal sebagai salah satu tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), posisinya naik. Dari Wakil Sekretaris Komisi menjadi Ketua Komisi KUB.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button