DAERAH

Hibur Pengungsi Semeru, Alumni IPB dan Gemapalu Gelar Kegiatan Menggambar

Lumajang (SI Online) – Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) bekerja sama dengan DPD HA-IPB Jawa Timur dan Gerakan Masyarakat Pedesaan Lumajang (Gemapalu) mengadakan kegiatan menggambar di kaos oblong buat ibu-ibu dan anak-anak di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Ahad (26/12).

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari program Solidaritas Alumni IPB Peduli Bencana Erupsi Semeru (SABIRU) dan memperingati Hari Ibu.

“Dengan menggambar, anak-anak dapat menyalurkan emosi dan imajinasinya secara positif, yang mudah-mudahan mengurangi beban psikologis mereka di tengah situasi darurat pasca erupsi Semeru,” kata Fathan Kamil, Ketua Dewan Pembina ARM HA-IPB, yang ikut terjun ke lokasi bersama Ketua Umum ARM, Ahmad Husein.

Para ibu juga antusias mendampingi putra-putri mereka. “Saya ikut melukis, susah juga ya,” kata Bu Susanti (29) malu-malu. Ia mendampingi putra semata wayangnya, Alex (8), melukis bunga kembang sepatu dengan tulisan “I Love You”.

Susanti mengaku senang dapat berkumpul bersama para ibu yang lain, berkegiatan bersama. Panitia pun menyediakan aneka makanan jajanan untuk dinikmati ibu dan anak-anak.

Susanti dan suami tinggal di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang. Sang suami bekerja serabutan sebagai petani dan penggali pasir. Ketika Semeru mengeluarkan awan panas, Susanti dan keluarga terpaksa meninggalkan desa dan berjalan kaki lebih dari 30 menit, menyelamatkan diri ke Desa Penanggal.

Baca juga: Alumni IPB Serahkan Bantuan untuk Penyintas Erupsi Semeru

Yang mengharukan, anak-anak tersebut kemudian menghadiahkan lukisan mereka kepada ibu masing-masing sebagai tanda kasih sayang dan hormat. Peluk-cium haru mewarnai suasana di akhir acara ini.

Di akhir kegiatan, setiap anak menerima tas sekolah sebagai hadiah.

ARM HA-IPB bersama DPD HA-Jatim dan Gemapalu merencanakan kegiatan lanjutan untuk para penyintas di beberapa desa, antara lain pelatihan mengenai pertanian, mata pencaharian alternatif, dan pelatihan ekonomi kreatif pengolahan limbah keluarga.

red: adhila

Artikel Terkait

Back to top button