INTERNASIONAL

Abu Ubaida: Rencana Menduduki Gaza akan Jadi Malapetaka bagi Israel

Gaza (SI Online) – Juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaida, memperingatkan bahwa rencana kriminal penjajah Israel untuk sepenuhnya menduduki Gaza akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi kepemimpinannya.

Dalam pernyataan yang diunggah di kanal Telegramnya pada Jumat malam (29/8/2025), ia mengatakan bahwa tentara penjajah Israel akan membayar dengan darah tentaranya dan bahwa tindakan semacam itu akan meningkatkan kemungkinan penangkapan lebih banyak tentara, insya Allah.

“Para pejuang kami dalam keadaan siaga penuh, sangat termotivasi, dan siap. Mereka akan menunjukkan keberanian dan ketahanan yang tak tertandingi, memberikan pelajaran yang keras kepada para penjajah dengan pertolongan Allah.” kata Abu Ubaida.

Ia juga menuduh Perdana Menteri Israel Netanyahu dan menterinya secara sengaja memutuskan untuk mengurangi jumlah tawanan Israel yang hidup menjadi setengah dan menghapus secara permanen sisa-sisa kebanyakan tawanan yang tewas.

Abu Ubaida menegaskan bahwa tentara Israel dan pemerintah terorisnya sepenuhnya bertanggung jawab atas hasil ini.

“Kami akan melindungi tawanan musuh sebaik mungkin. Mereka akan berada bersama pejuang kami di garis depan, menghadapi kondisi hidup dan risiko yang sama. Untuk setiap tawanan yang dibunuh oleh agresi Israel, kami akan mengumumkan nama dan foto mereka serta menyediakan bukti kematian.” ungkapnya.

Pada tanggal 8 Agustus, Kabinet Keamanan Israel menyetujui serangan besar-besaran terhadap Gaza. Tiga hari kemudian, serangan dimulai di kawasan Al-Zaytoun dan meluas ke Al-Sabra, bagian timur dan utara Kota Gaza. Kampanye ini melibatkan serangan udara, ratusan rumah dihancurkan dengan robot yang dilengkapi jebakan, serangan udara yang semakin intensif, dan perintah evakuasi ilegal.

sumber: infopalestina

Artikel Terkait

Back to top button