Catatan (Alm) H. Ridwan Saidi: KH. Yusuf Hasyim Pejuang Hingga Hembusan Nafas Terakhir

Kunjungan ke Jombang dengan Amin Aryoso betul-betul kunjungan yang hangat. Ketika Amin Aryoso menyodorkan naskah memorandum kembali ke UUD 1945, Pak Ud berpindah duduk. Beliau bergerak ke tempat duduk yang ada meja tulisnya.
KH. Yusuf Hasyim membubuhkan tanda tangannya ke dalam naskah memorandum kembali ke UUD 1945 dengan bersemangat. Kami bertukar pikiran tentang betapa carut marutnya Indonesia sejak reformasi. Kami bersepakat bahwa jalan terbaik agar Indonesia dapat melepaskan diri dari keterpurukan adalah dengan kembali ke UUD 1945.
Pak Ud adalah tokoh NU yang amat dekat dengan kalangan Islam lain yang di luar NU. Beliau adalah tokoh pemersatu. Saya betul-betul kehilangan Pak Ud. Beliau adalah orang tua sahabat saya.
Saya mengenang kali saat-saat ketika kami mengobrol bersama Machbub Djunaedi dan Anwar Nuris. Kini semua sudah berpulang. Mudah-mudahan mendapat tempat yang layak di sisi-Nya sesuai dengan amal ibadah dan amal perjuangannya.
Pak Ud tidak sempat menyaksikan Indonesia kembali ke UUD 1945. Pak Ud tak sempat lagi menyaksikan betapa luasnya dukungan masyarakat terhap cita-cita Pak Ud, cita-cita kami, kembali ke UUD 1945.
Berpulangnya Pak Ud menyadarkan diri saya, bahwa saya sekarang bertambah tua. Tidak ada lagi tokoh yang dituankan. Semua telah berpulang, tapi perjuangan harus terus berjalan. Mudah-mudahan yang muda-muda melanjutkan. []
Muhammad Halwan
Sumber: Buku “Sang Pejuang Sejati : K.H. Muhammad Yusuf Hasyim di Mata Sahabat dan Santri”.