TELADAN

Dakwah Khalifah Umar di Al-Quds

(5) Penduduk Illiyya harus mengusir bangsa Rumawi dari kota itu, kecuali mereka yang ingin tetap tinggal bersama penduduk Illiyya dan menjadi ahlu dzimmah (warga negara non muslim) seperti penduduk Illiyya.

(6) Siapapun penduduk Illiyya bebas untuk pergi dengan harta dan jiwanya ke pihak bangsa Rumawi ke Constantinopel.

Dengan kebijakan yang arif dan bijaksana tersebut penduduk Illiyya setia sebagai warga negara non muslim di negara Islam. Bahkan sejarah mencatat betapa mereka berperang bersama kaum muslimin mempertahankan kota Illiyya dari serbuan pasukan gabungan tentara Salib dari Eropa!

Disamping melaksanakan tugas sebagai kepala negara dalam penerapan syariah oleh negara untuk wilayah yang baru baru bergabung dengan wilayah kekuasaan pemerintahan Islam yang beliau r.a. pimpin tersebut, sebagai implementasi dakwah bil hal yang paling efektif, khalifah Umar juga tidak melupakan dakwah bil lisan, yakni mengajak orang Nasrani yang menjadi penghuni Al Quds untuk masuk Islam.

Syaikh Yusuf Al Kandahlawy dalam kitabnya Hayatus Shahabat, mengisahkan bahwa tatkala masuk ke kota Baitul Maqdis, ada seorang perempuan tua memberikan air minum kepada Khalifah Umar bin Khaththab. Setelah mengucapkan terima kasih, amirul mukminin mengajaknya masuk Islam. Hanya sayangnya nenek-nenek tersebut merasa terlalu tua untuk masuk Islam.

Dari kisah tersebut dapat kita petik satu pelajaran bahwa Khalifah Umar, di dalam kesibukannya yang sedemikian luar biasa, masih tetap menyempatkan untuk mengajak orang masuk Islam.

Beliau adalah gambaran karakter seorang muslim yang memahami Islam, yang memahami bahwa keberadaannnya di dunia ini yang paling penting hanyalah untuk Islam.

Sehingga konsentrasi beliau adalah berpikir dan berjuang bagaimana agar dinul Islam senantiasa tegak dan memberikan rahmat bagi seluruh umat manusia dan senantiasa mengajak manusia ke jalan hidayah. Wallahua’lam!

Muhammad Al Khaththath

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button