OPINI

Drakor Mensos Risma: Salah Casting, Salah Skenario

Temuan mengagetkan

Adanya “gelandangan” yang “ditemukan” Risma di koridor Sudirman-Thamrin ini memang sangat mengagetkan.

Bukan hanya bagi mereka yang berkantor dan beraktivitas di kawasan itu. Tapi juga bagi Pemprov DKI.

Wagub DKI Ahmad Riza mengaku sangat heran. Seumur-umur dia tidak pernah menemukan kejadian aneh tapi nyata itu. Padahal dia sudah tinggal di Jakarta sejak usia empat tahun.

Koridor Sudirman-Thamrin adalah kawasan utama. Sejak “dahulu kala” menjadi daerah terlarang bagi gelandangan dan pengemis. Dulu disebut gepeng.

Kawasan perkantoran, hotel dan tempat perbelanjaan prestisius ini, setiap hari dilewati para petinggi negara.

Para diplomat, dan juga tamu-tamu negara ketika berkunjung ke Indonesia, juga melewatinya.

Di ujung Utara koridor ini, kita akan menemukan Istana Merdeka. Kawasan Ring 1. Harus benar-benar steril.

Jadi bagaimana ceritanya tiba-tiba ada gelandangan?

Hebatnya yang menemukan seorang Risma. Seorang menteri yang baru dilantik, kurang dari dua pekan.

Kemana saja para menteri yang lain? Kemana saja Gubernur DKI Anies Baswedan?

Karena kejanggalan inilah — netizen menyebutnya sebagai drama korea (drakor)— langsung terbongkar.

Pertama, setting drakor ini salah lokasi. Kelihatannya pengatur laku tak begitu memahami kota Jakarta.

Kedua, salah casting. Salah pilih pemeran.

Di Jakarta ini banyak sekali gelandangan. Cukup diberi uang Rp100-150.000 mereka pasti bersedia bila diminta untuk memerankan diri sendiri. Tanpa harus berpura-pura.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button