OPINI

Kecamuk Batin Erick Thohir tentang Jokowi?

Secara psikologis, Erick kelihatan ‘letih’. Dia kehabisan bahan. Tulisan “Rekam Jejak” itu menunjukkan bahwa hanya sisi pribadi Prabowo yang masih bisa diutak-atik oleh ET. Dia tak sanggup menghadapi fakta kehidupan rakyat yang dibuat susah oleh Jokowi gara-gara program pembangunan yang hanya terfokus pada infrastruktur.

Dia ‘mati kutu’ kalau diajak menguraikan hutang yang dibuat oleh Jokowi selama empat tahun ini. Erick merasa sangat malu kalau ditanya apakah Jokowi bukan presiden boneka? Apakah Jokowi tidak dikendalikan oleh Luhut Panjaitan, Megawati, Hendropriyono, dll.

Paragraf ke-4 dan ke-5 artikel ET itu, bagi saya, agak sulit dipahami. Harus dibaca berulang kali. Karena tatabahasanya tidak mengikuti panduan yang normal. Seharusnya seorang ketua tim kampanye, tim yang amat penting, memiliki kemampuan berbahasa di atas rata-rata.

Inilah paragraph ke-4 itu: “Kontestasi 2019 pasti luar biasa, suara di mana-mana, serangan di luar nalar manusia, kita dipaksa mengatakan keburukan atas sebuah kebaikan, dan sebaliknya kezholiman mereka paksakan menjadi kebaikan. Semua unsur itu menjadi catatan dan kita tau rekam jejak para pelaku yang nyaris tanpa bisa menunjukkan kinerjanya yang sekarang, atau bekasnya yang pernah dia kerjakan.”

Paragraf di atas sungguh memalukan. Lebih memalukan lagi kalau itu benar goresan pena Erick. Entah apa yang mau dia sampaikan di aline ke-4 itu. Saya menduga dia ingin terlihat puitis. Tapi, frasa-frasa yang ada di situ tidak bisa membangun gagasan yang hendak disampaikan ET.

Misalnya, “… serangan di luar nalar manusia, kita dipaksa mengatakan keburukan atas sebuah kebaikan, dan sebaliknya kezholiman mereka paksakan menjadi kebaikan.”

Tampaknya, kita harus belajar lagi bahasa Indonesia agar bisa memahami kalimat Erick itu. Saya tidak mengerti gagasan yang terkandung di dalam kalimat tsb. Kalimat kedua di paragraf itu juga harus dipahami dengan ‘ilmu batin’. Di sinilah kekurangan saya. Tak punya ilmu batin.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button