NASIONAL

Komut BSI: UMKM Harus Tangguh dalam Menyongsong Kebangkitan Ekonomi Islam

“Jadi jangan tunggu seratus persen, ngapain nunggu fasih serta ngerti tajwid baru baca Qur’an. Baca aja Al-Qur’an walau terbata-bata, lama-lama juga lancar, shalat aja walau belum khusyu nanti lama-lama juga khusyu, bener gak?” ujarnya.

Kembali soal UMKM, menurut Adiwarman di era digital saat ini sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya.

“Kemajuan teknologi atau digitalisasi membuat akses informasi sama, kalau dulu orang kaya bisa lebih banyak akses informasi karena mampu ke luar negeri. Sekarang sama, mau kaya mau miskin buka internet bisa sama-sama dapat akses informasi,” jelasnya.

“Dulu orang kalau masuk pasar sulit, paling tidak harus sewa toko, punya grobak atau sewa lapak. Sekarang tidak perlu, anda pengusaha besar maupun kecil bisa sama-sama promosi di marketplace dan seluruh dunia bisa tahu. Jadi hambatan masuk pasar sekarang itu kecil, karena tidak harus sewa ruko atau sewa lapak. Dengan marketplace walaupun kita ada di desa tapi kita bisa mempromosikan produk kita ke seluruh dunia,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Adiwarman, para pelaku UMKM tidak perlu khawatir karena sekarang dunia sudah berubah.

“Jangan khawatir dengan yang besar-besar karena sekarang sudah masuk zaman digital,” jelasnya.

Menurutnya, ketangguhan para pelaku UMKM menjadi salah satu tanda kebangkitan kembali ekonomi Islam.

“Dalam hadits qudsi Allah akan kirim setiap 100 tahun seorang pembaharu di antara kalian yang akan membawa kembali kejayaan agama ini. Turki Utsmani runtuh pada 1924, jadi kalau ditambah 100 maka 2024, maka itu kita siap-siap. Urusan kita adalah mempersiapkan diri kita, pantaskan diri kita untuk menjadi pemimpin ekonomi,” jelas Adiwarman.

“Lihatlah bagaiamana Rasulullah mengembangkan ekonomi Madinah sehingga bisa mengalahkan ekonomi Mekah. Jadi mari kita lakukan yang terbaik, man jada wa jadda (siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkannya). Mari kita bersungguh-sungguh menjalani hidup insyaallah pertolongan Allah akan hadir,” tandasnya.

Selain Adiwarman Karim, hadir pula narasumber lainnya dalam webinar ini yaitu Abdul Hamid Habbe (Guru Besar Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua DPK Wahdah Islamiyah) dan KH Muhammad Zaitun Rasmin (Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah).

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button