NUIM HIDAYAT

Mempelajari Sayid Qutb, Membuka Banyak Misteri

Pelarangan buku-buku Ikhwan ini didukung ulama penganut ‘Salafi Wahabi’. Yang jarang diketahui publik, Arab Saudi di masa Raja Faisal, justru berangkulan dengan ulama-ulama Ikhwan.  Saat itu ulama-ulama Ikhwan di Mesir yang ditekan oleh presiden zalim Gamal Abdul Nasser, banyak  yang melarikan diri ke Arab Saudi. (Baca:  BNPT Keliru, Memasukkan Ikhwanul Muslimin dalam Kelompok Intoleran)

Mempelajari Sayid Qutb juga membuka misteri bagaimana para  intelektual Barat merendahkan ulama-ulama Islam dan memuji pemimpin yang sekuler (dan zalim). Para orientalis banyak memuji Gamal Abdul Nasser dan menghina Sayid Qutb. Mereka menyatakan Sayid Qutb (dan Hasan al Bana), radikal, fundamentalis dan  lain-lain. Bahkan Sayid Quttb dikatakan, The Founder of Terrorism. Kalau ada ulama kita yang ikut-ikutan mengecam Qutb, saya hanya mengelus dada dan mencoba membela sebisanya.

Alhamdulillah saya mengenal Sayid Qutb dan membaca karya-karyanya. Qutb, bukan hanya  ulama yang duduk di  belakang meja. Ia ulama yang menulis, ceramah, berinteraksi dengan masyarakat dan berupaya memecahkan masalahnya. Ia ulama yang mempersembahkan jiwa dan raganya untuk Islam (dihukum mati Presiden Gamal Abdul Nasser).

Ulama besar ini memahami kelemahan Barat dan kelebihan Islam  (sekitar dua tahun  belajar di Amerika). Orang-orang yang mengecam Sayid Qutb, saya perhatikan jarang yang membaca karyanya. Mereka lebih banyak membaca kata orang tentang Sayid Qutb dan tidak  langsung membaca karyanya. Wallahu alimun hakim. []

Nuim Hidayat, _Penulis buku “Sayid Qutb, Biografi dan Kejernihan Pemikirannya.”

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button