SILATURAHIM

Mengenal Dr Fadi Al-Batsy, Ulama Penghafal Qur’an dari Gaza yang Dibunuh Mossad di Malaysia

Tiga tahun kemudian pada Agustus 2016, ia menerima Penghargaan Penghargaan Khusus dan Penghargaan Berprestasi Tinggi di Peringatan 10 Tahun Beasiswa Yayasan Khazanah yang disajikan oleh Perdana Menteri Malaysia.

Setahun bekerja sebagai dosen teknik elektro senior di UNIKL BMI, dia memenangkan hibah penelitian dari Pemerintah Malaysia pemerintah dan mengawasi tiga siswa pascasarjana teknik.

Karyanya dan penelitian di bidang teknik listrik dan kekuasaan elektronik telah dipublikasikan secara luas dalam rekayasa tingkat atas jurnal.

Dia telah menghafal Al-Qur’an sejak kecil dan dibedakan diantara segelintir orang yang memegang Sanad Riwayat Shu`bah dan Hafsh dari Aasim.

Dia telah memimpin doa-doa Terawih di Palestina selama enam tahun dan di Malaysia selama lima tahun terakhir. Dia dianugerahi tempat pertama di Keenam Kompetisi Internasional Al-Qur’an Pascasarjana, Malaysia, 2015.

Kekuatan Al-Qur’an-nya telah diakui di seluruh dunia dan di Malaysia ia memiliki Wilayah “Tauliah Mengajar & Berceramah” di Persekutuan Kuala Lumpur.

Terlepas dari kecemerlangan dan berbagai pencapaiannya, ujar Musa, Fadi tetap menjadi orang yang sangat rendah hati, lembut diucapkan, bijaksana dan kontemplatif.

“Fadi adalah mahasiswa yang sangat berdedikasi. Saya sangat berpuas hati dengan kerja dia selama ini. Belajar sampai larut malam. Kalau ada masalah berbincang dengan saya,” ujar dosen Universitas Malaya, Prof Madya Dr Hazlie Mokhlis.

red: shodiq ramadhan
sumber: ANTARA

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button