NUIM HIDAYAT

Nadiem Cocok Jadi Menaker, Bukan Mendikbud

Bila yang diatur hanya hanya aktivitas seksual dengan paksaan saja, maka mahasiswa akan tertanam dalam otaknya bahwa yang dilarang kan dengan paksaan, berarti kalau suka suka boleh dong. Dan ini bisa mengakibatkan perzinahan merebak atau tambah banyak peminatnya.

Mahasiswa-mahasiswa yang berpedoman bahwa zina haram, bisa makin mengecil persentasenya, karena tidak ada upaya pencegahan dari pejabat yang berwenang. Inilah yang dikhawatirkan.

Zina memang dilarang dalam agama Yahudi, Kristen dan Islam. Tapi yang paling tegas melarang zina, memang Islam. Karena dalam Islam bukan hanya zina yang dilarang, tapi mendekatinya pun dilarang. Seperti melakukan aktivitas seksual meraba, mencium dll, meski suka sama suka. (QS Al Isra’ 32).

Bila Nadiem ngotot, menerapkan Permendikbud 30/2021 itu dan memberikan sanksi bagi perguruan tinggi yang tidak mau menerapkan, berarti Nadiem tidak cocok menjadi menteri pendidikan. Cocoknya menjadi menteri tenaga kerja sesuai dengan pengalamannya mendirikan Gojek.

Menjadi Menteri Pendidikan itu harus berpikir menyeluruh, agar anak didik itu selain cerdas, cakap dan mandiri juga yang terpenting, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan bunyi UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 yang menyatakan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Jadi ingat mas Nadiem ini Indonesia, bukan Singapura atau Amerika.

Repotnya Nadiem dan timnya juga berencana mengubah UU Sistem Pendidikan Nasional. Jadi?

Wallahu azizun hakim.

Nuim Hidayat, Dosen Akademi Dakwah Islam, Depok.

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button