NUIM HIDAYAT

Perempuan Bingung Itu Bernama Kumaila

Ilmuwan ini penasaran dengan lafadz ‘alaq’. Ia menanyakan apa arti kata alaq sebenarnya. Ia memperoleh jawaban bahwa alaq atau alaqah itu adalah sesuatu yang bergantung. Dan sebagai ilmuwan biologi ia mengetahui bahwa setelah air mani dan sel telur bertemu dalam rahim, ia kemudian menjadi seperti segumpal darah yang posisinya bergantung di rahim. Nabi Muhammad saw tentu tidak mengetahui posisi alaq ini, karena di masa itu belum ditemukan alat-alat kedokteran yang canggih (seperti USG). Dari sini ia yakin bahwa Al-Qur’an adalah wahyu dari Allah Yang Maha Pencipta, bukan buatan Nabi Muhammad Saw.

Jeffry Lang menjadi mualaf, karena ia merasakan sentuhan Al-Qur’an yang luar biasa. Ia membaca Al-Qur’an pertama kali setelah diberikan hadiah oleh mahasiswanya. Ia tadinya lama menganut Kristen kemudian pindah ke Ateis. Profesor ini mengaku bahwa sepanjang hidupnya ia bertanya untuk apa manusia ada di muka bumi ini. Ia tidak puas dengan jawaban Bible yang menyatakan bahwa manusia diturunkan di muka bumi ini adalah untuk penebusan dosa (dengan percaya Yesus maka dosa-dosa akan terhapus).

Suatu waktu, Jeffry Lang menatap lama Al-Qur’an surat al Baqarah ayat 30 dan akhirnya menemukan jawaban bahwa tugas manusia di muka bumi, yaitu untuk memakmurkan bumi bukan untuk membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Allah swt berfirman,

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS

Jeffry Lang juga menyatakan keheranannya bahwa setiap ia membaca ayat Al-Qur’an selalu muncul pertanyaan dalam benaknya dan anehnya ayat-ayat berikutnya menjawab pertanyaan itu. Begitu seterusnya. Ia kini menjadi ilmuwan Islam Amerika yang aktif berdakwah menyebarkan keunggulan Islam dibanding agama-agama atau ideologi lainnya.


Kumaila juga menyatakan bahwa keinginan membuka kerudung atau jilbabnya sebenarnya sudah lama. Ketika ia masih remaja dan berjilbab, kadang-kadang ia melepas jilbabnya untuk merasakan kesejukan angin di pantai. Ia berterus terang bahwa ia melepas jilbabnya agar kelihatan lebih cantik.

Bukan hanya Kumaila yang melepas jilbab. Ade Armando mengaku bahwa ia bersyukur salah seorang mahasiswinya ada yang melepas jilbab dan lapor kepadanya. Azzahra, putri mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, juga melepas jilbab ketika kuliah di Inggris.

Fenomena lepas jilbab ini cukup banyak baik di negeri kita maupun di negeri Arab. Mereka kebanyakan ingin meniru ‘perempuan Barat’ yang bebas memamerkan rambutnya dan anggota tubuhnya yang lain.

Apa hikmahnya memakai jilbab? Pertanyaan ini sering saya lontarkan kepada para mahasiswi Muslim yang memakai jilbab. Mereka kadang tidak bisa menjawabnya, kecuali menyatakan bahwa ini adalah kewajiban yang diberikan Allah dan RasulNya.

Memang dalam Al-Qur’an, kewajiban jilbab ini jelas-jelas terpampang. Al-Qur’an menyatakan, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab : 59)

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button