MUHASABAH

Sikap Seorang Muslim Hadapi Musibah

Apakah kita melupakan sabda Nabi Muhammad Saw yang berbunyi:

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ، وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ، أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ، ثُمَّ تَدْعُوْنَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ

“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian bersunguh-sungguh menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran, atau Allah akan menimpakan siksaan kepada kalian dari sisi-Nya, kemudian kalian berdo’a kepada-Nya tetapi Dia tidak mengabulkan do’a kalian.” (HR. At-Turmudzi)

Ayat tersebut menjelaskan, apabila amar ma’ruf nahi munkar tidak ditegakkan, maka doa pun tidak dikabulkan. Lantas apa lagi yang kita tunggu! Apakah kita akan mendiamkan kemungkaran yang merajalela, kemaksiatan di mana-mana, kemudian Allah Ta’ala murka dan menurunkan adzab-Nya!

Kelima, sebagai Ujian atau Cobaan.

Perlu untuk diketahui bahwa terjadinya musibah dan bencana disamping sebagai azab dari Allah SWT , juga sebagai ujian atau cobaan untuk orang-orang beriman, apakah mereka bersabar dan tabah atas musibah itu atau tidak. Jika sabar dan tabah berarti lulus ujiannya, dan insya Allah mereka mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Allah SWT. Sebagaimana firmanNya :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Bertobat dan Ikhtiar

Sebagai upaya untuk mengatasi terjadinya berbagai musibah, sebagai orang beriman wajiblah untuk bertobat dengan ‘taubatan nashuha’, bertobat dengan sungguh-sungguh. Yakni menyesali perbuatan-perbuatan dosa yang pernah dilakukan dan perbanyak ‘istighfar’ mohon ampun kepada Allah SWT; dan berhenti tidak lagi melakukannya; dan bertekad kuat tidak akan mengulanginya lagi dimasa mendatang serta diiringi dengan melakukan perbaikan, baik terkait dengan sesama atau terhadap kerusakan yang ditimbulkannya.

Jika dosa syirik, yakni dosa dan kezaliman paling besar seperti minta tolong kepada dukun tukang ramal, pasang susuk, jimat, pohon dan minta tolong kepada ‘kuburan’ dan lainnya. Maka dosa syirik semacam ini tobatnya dengan disertai mengucapkan dua kalimat syahadat.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button