OASE

Sudah Taat Allah tapi Hidup Penuh Masalah?

Sudah rutin shalat, tapi hidup masih saja susah. Sudah gemar sedekah, tapi hidup masih banyak problem. Sudah melazimkan puasa, tapi hidup masih tak bahagia. Mengapa?

Kerap hal-hal seperti ini menjadi tanda tanya. Muncul pemikiran bahwa sudah berusaha taat Allah SWT tapi Dia masih saja ‘enggan’ menolong. Bahkan ada yang sesumbar mengatakan ibadah tak berguna. Karena tak ada relevansi dan impak pada kenikmatan dunia yang diharapkan insan. Benarkah demikian?

Pemikiran seperti di atas perlu ditelaah ulang. Karena terkait erat dengan pola pikir mendasar tentang makna ibadah pada Allah SWT. Anugerah akal yang dipergunakan untuk berpikir mendalam dapat menuntun insan pada kesadaran hakikat diri dan kehidupan. Bahwa setiap insan, hewan, tumbuhan dan apapun yang ada di dunia ini berkarakteristik lemah, terbatas, serba kurang dan butuh pada selain dirinya. Ini adalah karakteristik makhluk (sesuatu yang diciptakan).

Pemikiran ini mengkristalkan keyakinan insan bahwa ada kekuatan yang lebih darinya, yang mustahil lebih rendah atau sama dengan dirinya. Kekuatan tersebutlah yang menciptakan dirinya yaitu sang Khaliq (Pencipta). Alam semesta beserta segala isinya menjadi bukti tak terbantahkan keberadaan Al Khaliq yaitu Allah Yang Maha Sempurna. Allah SWT berfirman:

اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الۡاَلۡبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal (QS. Ali Imran ayat 190).

Keyakinan ini menjadikan diri paham bahwa kehidupan hanya untuk menghamba dan berbakti pada Allah SWT. Sesuai dengan firman Allah SWT:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (QS. Adz Zariyyat ayat 56).

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (QS. Al An’am ayat 162).

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button