Usai Usir Jamaah, Ekstremis Menhan Israel Ben Gvir Serbu Al-Aqsha

Yerusalem (SI Online) – Pada Rabu (2/4) Menteri Keamanan Nasional Israel yang ekstremis, Itamar Ben Gvir, menyerbu Masjid Al-Aqsha yang diberkati dari Gerbang Mughrabi, di bawah penjagaan ketat dari polisi pendudukan.
Seorang pekerja di Masjid Al-Aqsha melaporkan dalam pernyataan pers bahwa ekstremis Ben Gvir, didampingi oleh ketua organisasi bernama “Menhilet Harhabit,” Rabbi Shimshon Alboim, menyerbu Al-Aqhsa dan berkeliaran di sekitar halamannya, di tengah penjagaan ketat.
Saat penyerbuan Bin Ghafir, polisi pendudukan Israel mengusir penjaga Al-Aqsha dari halaman masjid.
Polisi pendudukan terus mengusir jamaah Palestina dari halaman masjid Al-Aqsha bertepatan dengan penyerbuan Bin Ghafir.
Selanjutnya, pemukim ekstremis Yahudi melanjutkan penyerbuan mereka ke Masjid Al-Aqsha, setelah dua minggu gangguan total selama sepuluh hari terakhir Ramadhan dan Idul Fitri.
Salah satu pemukim mengenakan T-shirt bergambar “Kuil” saat penyerbuan Masjid Al-Aqsha.
Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang diduduki menyatakan bahwa puluhan pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsha secara berkelompok, berkeliaran di halamannya, dan melakukan ritual Talmud di wilayah timurnya.
Departemen menjelaskan bahwa pasukan pendudukan Israel memperketat prosedur masuknya jamaah ke Al-Aqsha, dan membersihkan jalur penyerangan bagi mereka, sebagai bagian dari operasi jaminan dan perlindungan yang mereka terapkan sehubungan dengan serangan para pemukim.
Di sisi lain, seruan terus mengintensifkan koordinasi dan menjaga kehadiran di Masjid Al-Aqsha dalam beberapa hari mendatang, untuk melindunginya dari rencana Yudaisasi dan mempertahankannya dari bahaya yang menghadang.
Setiap hari kecuali Jumat dan Sabtu, Masjid Al-Aqsha menjadi sasaran serangkaian serangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh pemukim dan pasukan pendudukan, dalam upaya untuk memaksakan rencana pembagian ruang dan waktu serta memaksakan realitas Yahudi baru di sana.
sumber: infopalestina