33,2 Persen Warga Jakarta Buta Huruf Al-Qur’an, HNW Luncurkan Program Pemberantasan
Para santri dapat mengajarkan baca Al-Qur’an kepada anggota keluarga, tetangga, serta jamaah masjid dan musala di lingkungan tempat tinggal mereka. Hasil kegiatan kemudian dilaporkan kepada pimpinan pesantren setelah para santri kembali mengikuti kegiatan belajar.
“Dengan begitu, liburan juga menjadi kesempatan para santri melaksanakan fungsi dakwah dan pengabdian masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan pelaksanaan program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an,” kata Hidayat.
Hidayat berharap program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dapat dijalankan secara serius, ikhlas, dan berkelanjutan. Ia optimistis, melalui kerja sama berbagai pihak, kemampuan membaca Al-Qur’an masyarakat Muslim dapat meningkat secara luas.
“Jika ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan berkelanjutan, maka insyaallah dalam waktu kurang dari 10 tahun, masyarakat Muslim seluruhnya bisa melek Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia berharap kemampuan membaca Al-Qur’an dapat mendorong umat Islam semakin mencintai kitab suci, lebih khusyuk dalam salat, serta meningkatkan kesalehan amal.
Lebih jauh, Hidayat berharap kedekatan dengan Al-Qur’an juga mendorong umat memahami ajaran tentang ibadah, keimanan, dan akhlak, sekaligus membangun sikap kolaboratif dan inklusif. []






