#Wabah CoronaNASIONAL

604 Perawat dan 34 Dokter Tempati Tiga Hotel Milik Pemprov DKI

Jakarta (SI Online) – Pemprov DKI Jakarta saat ini menempatkan ratusan tenaga kesehatan COVID-19 di sejumlah hotel yang dimiliki BUMD DKI, PT Jakarta Tourisindo. Para tenaga kesehatan mulai menempati hotel-hotel itu sejak Kamis 26 Maret lalu.

Menurut keterangan yang diterima Suara Islam Online, Sabtu 28 Maret 2020, saat ini sejumlah 638 orang tenaga kesehatan (nakes) menginap di tiga hotel. Mereka terdiri dari 604 perawat dan 34 dokter.

Rinciannya, 242 orang nakes RSUD Pasar Minggu, 174 orang nakes RSUD Tarakan, dan 6 orang nakes RSUD Duren Sawit menempati Hotel Grand Cempaka Business. Hotel yang berada di Jl Letend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat ini berbintang empat.

Kemudian 157 orang nakes RSUD Pasar Minggu menempati hotel bintang tiga, yaitu Hotel D’Arcici Al-Hijra yang juga berada di Jl Letjend Suprapto, Cempaka Putih. Sedangkan 59 orang nakes RSUD Duren Sawit menempati hotel bintang empat, Hotel D’Arcici Plumpang, di Jl Plumpang Semper, Jakarta Utara.

Latar belakang penempatan para tenaga kesehatan di hotel adalah, meskipun dianggap sebagai pahlawan dan garda terdepan dalam berperang melawan Covid-19, para staf medis, termasuk perawat dan dokter ternyata malah mendapat perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Bahkan ada dari mereka diusir oleh warga sekitar tempat mereka mengontrak tempat tinggal. Ada juga yang enggan pulang karena takut keluarganya tertular virus Covid-19. Akhirnya mereka memilih menginap sementara waktu di rumah sakit.

“Untuk itu Pemprov DKI Jakarta berinisiatif melalui BUMD Jakarta Tourisindo memfasilitasi penginapan sementara bagi tenaga medis,” ungkap PT Jakarta Tourisindo dalam keterangan tertulisnya.

Selain menginap di hotel, para nakes itu juga disediakan fasilitas khusus untuk melindungi dan melayani tim medis. Seperti pembersihan kamar dengan disinfektan, makanan disediakan dalam kotak, bilik disinfektan disediakan di luar pintu masuk dan keluar, juga disiapkan 15 bus unit TransJakarta dan 50 unit bus sekolah dioperasikan khusus untuk antar jemput tenaga medis yang bertugas.

red: shodiq ramadhan

Artikel Terkait

Back to top button