Dokumen Rahasia CIA Ungkap Krisis Politik dan Ekonomi Parah di Israel
Jakarta (Suaraislam.id)– Analisis rahasia Badan Intelijen Pusat AS (CIA) memperingatkan bahwa perpecahan politik, ekonomi, dan sosial yang kian mendalam dapat menempatkan Israel dalam risiko perang saudara atau keruntuhan negara, menurut laporan yang diterbitkan pada Senin (5/10/2026).
Analisis bertajuk “Fracture From Within” (Keretakan dari Dalam) tersebut disiapkan pada Agustus oleh Red Cell CIA, sebuah unit yang bertugas menantang asumsi-asumsi intelijen yang berlaku, demikian dilaporkan Drop Site News dengan mengutip dua sumber AS yang memahami isinya.
Pihak CIA tidak memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari media tersebut.
Analisis tersebut menyoroti campuran tekanan yang bergejolak menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober. Faktor-faktor tersebut meliputi beban ekonomi, lonjakan anggaran militer, kemarahan atas pengecualian wajib militer bagi Yahudi ultra-Ortodoks, serta meningkatnya kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Dokumen itu juga mengidentifikasi perjuangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk tetap memegang kekuasaan sebagai sumber ketegangan politik dan konstitusional yang lebih luas.
Perang bertahun-tahun di Gaza, Lebanon, dan Iran telah memperdalam perpecahan yang ada, menurut laporan tersebut, ketika para prajurit kembali dari pertempuran yang berkepanjangan dengan banyak di antaranya mengalami trauma psikologis berat.
Perselisihan mengenai wajib militer telah menjadi salah satu garis retakan internal paling tajam di Israel. Kekecewaan masyarakat kian meningkat atas pengecualian bagi pria ultra-Ortodoks di tengah mobilisasi pasukan cadangan secara berulang.
Analisis tersebut juga menunjuk pada isolasi internasional Israel yang terus berkembang, termasuk tergerusnya dukungan di AS, sebagai faktor lain yang dapat memperdalam ketidakstabilan internal negara tersebut.[]
Sumber: Drop Site News / Anadolu Agency






