Gelar Gala Keunggulan Bisnis Global Ke-6, London Jadi Pusat Kemitraan Ekonomi Islam
London (Suaraislam.id) — Malam Anugerah Keunggulan Bisnis Global (Global Business Excellence Gala) ke-6 pada hari Senin mempertemukan para pemimpin bisnis, akademisi, pengusaha, dan perwakilan institusi di London.
Diselenggarakan di Jumeirah Carlton Tower, pertemuan tersebut menjadi wadah untuk bertukar gagasan dan mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai ekonomi Islam dapat diterjemahkan ke dalam kemitraan praktis serta manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal Forum AlBaraka untuk Ekonomi Islam, Yousef Hassan Khalawi, menyoroti pentingnya menyatukan individu-individu yang memiliki kesamaan visi.
Yahya Hendi, Direktur Kehidupan Muslim di Universitas Georgetown, Washington, DC, menyerukan penguatan kerja sama dan koordinasi ekonomi, seraya mendorong para pimpinan untuk menghubungkan perspektif global dengan aksi lokal.
Dengan merujuk pada konsep-konsep Islam tentang ta’aruf (saling mengenal), ta’awun (tolong-menolong dalam kebaikan), dan fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), Hendi menguraikan pendekatan bisnis yang berakar pada pemahaman bersama dan tujuan mulia.
Hendi mengimbau para pengusaha untuk “bersaing satu sama lain, bukan saling menjatuhkan” dalam berbuat kebaikan, serta membangun jaringan yang memungkinkan bisnis dan masyarakat tumbuh sejahtera bersama.
Ketua Dewan Direksi Asosiasi Taawon Palestina, Nabil Qaddoumi, menyoroti tanggung jawab moral dan etis para pemimpin bisnis untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui aksi kolektif.
Qaddoumi membagikan pengalaman organisasinya dalam menerjemahkan visi bersama di antara para pemimpin bisnis menjadi pembangunan masyarakat jangka panjang.
Ia mencatat bahwa Taawon telah menginvestasikan 1 miliar dolar AS untuk pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program mencakup pendidikan, layanan kesehatan, pengembangan pemuda, dan dukungan bagi kelompok rentan.
Menyoroti dana abadi (endowment) dan dana lintas generasi sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang, Qaddoumi meminta para pimpinan bisnis untuk mengubah gagasan menjadi tindakan nyata demi memberikan harapan bagi kemanusiaan.
Pelaku Bisnis Harus Memahami Keuangan Syariah
Necmeddin Bilal Erdogan, Wakil Ketua Dewan Pembina Universitas Istanbul Ibn Haldun, menyampaikan penghormatan atas kontribusi almarhum Syekh Saleh Kamel dalam dunia keuangan Islam. Ia juga memaparkan visi penerapan prinsip halalan thoyyiban dalam produksi, perdagangan, dan investasi.
Erdogan menekankan bahwa nilai-nilai ini melampaui sekadar produk fisik, melainkan mencakup bagaimana penghasilan diperoleh, bagaimana pekerja diperlakukan, dan bagaimana keputusan bisnis menjaga martabat manusia.
“Kita harus menunjukkan kepedulian yang sama terhadap kehalalan penghasilan yang membawa makanan ke meja kita, sebagaimana kita memperhatikan status halal dari makanan itu sendiri,” tegasnya.
