INTERNASIONAL

Amerika Klaim Miliki Bukti COVID-19 dari Lab Wuhan, WHO: Spekulatif

Jakarta (SI Online) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengklaim memiliki “bukti sangat kuat” yang menunjukkan bila virus corona baru SARS-CoV-2 berasal dari sebuah laboratorium di China, sehingga memicu ketegangan negara itu dengan Beijing atas penanganan wabah tersebut.

Komentar Pompeo muncul ketika Eropa dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat bersiap untuk secara hati-hati melonggarkan lockdown setelah ada tanda bahwa pandemi mematikan itu surut. Pemerintah pun berupaya memulai kembali ekonomi mereka yang babak belur.

Pompeo, yang juga mantan Kepala CIA, mengatakan kepada ABC bahwa dia setuju dengan sebuah pernyataan dari komunitas intelijen AS tentang “konsensus ilmiah luas bahwa virus SARS-CoV-2 bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetis.

BACA JUGA: Institut Virologi Wuhan Bantah sebagai Biang Munculnya Virus Corona

Tetapi Pompeo melangkah lebih jauh dari Trump dengan mengutip bukti “signifikan” dan “sangat besar” bahwa virus itu berasal dari laboratorium Wuhan.

“Saya pikir seluruh dunia dapat melihat sekarang, China memiliki sejarah menginfeksi dunia dan menjalankan laboratorium di bawah standar,” ujarnya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (4/5/2020).

Pompeo menyebut upaya awal China untuk mengecilkan virus corona sama dengan “upaya disinformasi komunis klasik. Itu menciptakan risiko yang sangat besar.”

“Presiden Trump sangat jelas: kami akan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Namun, tudingan Amerika itu dibantah lembaga kesehatan dunia, WHO.

WHO mengatakan Washington tidak memberikan bukti yang mendukung klaim spekulatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa virus corona baru (COVID-19) berasal dari laboratorium di Wuhan, China.

“Kami belum menerima data atau bukti spesifik dari pemerintah Amerika Serikat yang berkaitan dengan asal-usul virus, jadi dari sudut pandang kami, ini tetap spekulatif,” kata Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan dalam pengarahan singkat di Jenewa, Senin.

red: a.syakira

Artikel Terkait

Back to top button