MUHASABAH

Andai Kini yang Bakal Tiba Ramadhan Terakhir?

Tibanya bulan suci Ramadhan, kini tinggal menghitung hari. Seiring tibanya Ramadhan terkadang kita teringat kembali akan kedekatan kita dengan sahabat atau kerabat dekat kita yang ramadhan tahun lalu dia masih berjejer berdampingan bersama kita menjadi ma’mum dalam shalat tarawih berjamaah, namun tahun ini dia telah tiada karena sudah lebih dulu menghadap ke haribaan-Nya, wafat.

Jangankan yang setahun lalu, bahkan sangat dimungkinkan seorang sahabat dekat kita yang pada bulan, pekan, hari atau beberapa saat lalu masih berkomunikasi dengan kita namun kini telah tiada karena dia lebih dulu mendahului kita memenuhi panggilan-Nya, meninggal dunia.

Terkait dengan soal sahabat atau kerabat dekat kita yang pada Ramadhan tahun ini sudah tidak lagi bersama kita karena telah wafat, kini layaklah kiranya kita renungkan bersama kisah pertemuan Imam Al Ghazali bersama para muridnya.

Alkisah pada suatu hari, Imam Al Ghazali menyampaikan enam pertanyaan kepada para muridnya. Salah satu dari enam pertanyaan tersebut, Sang Imam bertanya: “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” Jawaban para muridnya ada yang menyebut orang tua, guru, sahabat, adik, kakak, dan kerabatnya.

Di hadapan para muridnya, jawaban Sang Imam cukup mengejutkan para muridnya. Sang Imam mengatakan semua jawaban kalian itu benar, tetapi hakikatnya yang paling dekat dengan diri kita adalah “kematian”. Karena kematian adalah janji Allah SWT yang mutlak kebenarannya sebagaimana firman-Nya: “Setiap yang bernyawa (pasti) akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran, 3:185).

Jawaban Sang Imam ini tentunya dapat menjadi renungan sekaligus penghayatan bagi kehidupan kita, bahwa soal kematian disadari atau tidak adalah sesuatu yang paling dekat dengan kehidupan kita di dunia ini.

Allahu Akbar, Mahabenar firman-Nya yang tersirat dan tersurat dalam Al-Qur’an: “Tiap-tiap ummat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (Q.S. Al A’raf,7:34)

Berbicara tentang kematian, tidak sedikit, Rasulullah Saw telah memberikan peringatan kepada kita lewat pesan-pesan mulia Beliau yang mengingatkan kita tentang kematian, tentu kesemuanya dimaksudkan agar manusia selalu ingat bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, tidaklah kekal. Oleh karenanya, manusia harus senantiasa siap dengan perbekalan yang dibutuhkannya saat menempuh perjalanan yang panjang tanpa batas di akhirat nanti. Rasulullah Saw bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.” [HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad].

Keterkaitan dan keterikatan soal kematian dengan judul tulisan, “Andai Kini yang Bakal Tiba Ramadhan Terakhir?”, tak lain hanya dalam rangka saling ingat-mengingatkan. Betapa kita layak bersyukur kepada-Nya jika Allah SWT masih memberi kesempatan kita dalam beberapa hari ke depan dapat memasuki bulan yang penuh kemuliaan.

Lebih bersyukur lagi jika kita bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan, diupayakan dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah di dalamnya atas dasar niat ikhlas dan ketakwaan kepada-Nya. Tidaklah menyia-nyiakan kehadiran Ramadhan berlalu tanpa makna, karena bisa saja Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan terakhir bagi kita. Wallahu a’lam bish shawab.

Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial.

Artikel Terkait

Back to top button