OASE

Ayat-Ayat Kebesaran Allah dalam Peristiwa Isra’ Mi’raj

“Tatkala Sidratul Muntaha ditutupi oleh bermacam hal yang melingkupinya, tetapi pandangannya (Rasulullah Saw) tidaklah sampai menyimpang dan tidaklah pula melampauinya. Sesungguhnya dia (Rasulullah Saw) telah melihat sebagian tanda-tanda kebesaran Allah yang Maha Agung.” (QS. An Najm ayat 16-18). 

Saat Isra’, Rasululllah Saw melewati beberapa daerah bersejarah, yaitu Yatsrib, Madyan-Tur Sina, Bethelehem dan terakhir Baitul Maqdis. Sesampainya di Baitul Maqdis malaikat Jibril menyodori Beliau dua macam minuman, yaitu air susu dan khamar. Rasulullah pun tanpa ragu memilih susu. Lalu Allah dengan kuasaNya menghidupkan Nabi Adam as sampai Isa as. Rasululullah Saw tak hanya berbicara dengan mereka, tapi mengimami mereka dalam shalat khusus dua rakaat.

Saat Mi’raj Rasulullah diparadekan tanda-tanda kekuasaan Allah. Kembali Beliau dipertemukan dengan para Nabi dan Rasul terdahulu. Diperlihatkan berbagai siksa neraka dan kenikmatan syurga. Puncaknya menerima kewajiban shalat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Tak perlu dipertanyakan lagi bagaimana kedua peristiwa tersebut terjadi. Karena semuanya mu’jizat, di luar akal manusia dan jangkauan sains dan teknologi. 1.400 tahun lalu, alat transportasi tercanggih hanyalah unta dan kuda, belum ada pesawat terbang. Tak akan mampu menempuh Mekkah-Yerussalem yang berjarak hampir 1.234 km hanya dalam waktu singkat. Apalagi saat Mi’raj, Rasulullah tanpa dilengkapi pakaian khusus, tabung oksigen atau alat bantu lainnya, tapi mampu menembus luar angkasa yang tak terbayang lagi jauhnya dan letaknya dimana.

Semuanya hanya bisa dipahami dengan metodologi iman. Bahwa Allah pemilik dan pengatur semesta alam, mempunyai kuasa atas segala sesuatu. Jika berkehendak menetapkan sesuatu, sesungguhnya Allah hanya mengatakan kun fayakuun. Maka tentu saja hal yang sangat mudah bagi Allah mendesain peristiwa agung tersebut.

Kabar Gembira Datangnya Nashrullah

Mengkaji ketetapan Allah dalam Isra’ Mi’raj, ada hikmah mendalam yang harus ditadabburi oleh kaum Muslim. Pertama, Allah ingin menghibur kekasihNya, dengan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaanNya. Dakwah Rasululullah Saw memang mendapatkan penolakan dan permusuhan di dunia, tapi penduduk langit hangat menerima Beliau. Sehingga kesempitan dunia tak ada bandingannya dengan luasnya rahmat Allah yang tercurah dari langit. Ini tentu saja membuka dan meneguhkan cakrawala jiwa dan akal Beliau untuk terus istiqamah dalam dakwah.

Kedua, Rasululullah Saw memilih air susu dibandingkan khamar, padahal saat itu belum ada wahyu pengharaman khamar. Pujian pun diberikan Jibril pada Beliau atas pilihannya tersebut. Ini menunjukkan bahwa risalah yang dibawa Rasulullah Saw bersesuaian dengan fitrah manusia dan rahmatan lil ‘alamin. Selama manusia menggunakan akal untuk mencari iman, maka akan tertunjuki diri pada hidayah Islam.

Ketiga, dipilihnya Masjidil Aqsa sebagai tempat Isra’ tentu ada sebab. Kiblat pertama muslim tersebut tempat suci nan diberkahi. Karena Syam adalah tempat bermuaranya kenabian dari kalangan Bani Israil sebelum Beliau Saw. Tapi sejarah mencatat, Bani Israil banyak melakukan penghianatan terhadap risalah wahyu. Tak hanya suka membangkang perintah para Nabi, tapi berani menjual ayat-ayat Allah dengan harga murah, bahkan membunuh para Nabi dan Rasul. Tak layak lagi Bani Israil mengemban amanat risalah wahyu dan kepemimpinan.

Rasulullah Saw menjadi imam shalat para Nabi Rasul terdahulu, menunjukkan isyarat dan kabar gembira. Bahwa kepemimpinan dunia yang awalnya dipegang oleh Bani Israil akan dialihkan pada Rasulullah. Dan Syam akan menjadi bagian wilayah kekusaan Islam di bawah kepemimpian Rasululullah Saw dan umatnya.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button