#Ramadhan 1442 HSURAT PEMBACA

Bahagia Ramadhan, Taat Syariat Allah

Alhamdulillah tamu agung telah datang. Luapan kebahagiaan terpancar dari orang-orang beriman dalam menyambutnya. Persiapan demi persiapan sudah dilakukan. Dari membayar puasa yang terhutang bagi muslimah, puasa sunnah Senin-Kamis di bulan Sya’ban, hingga saling bermaafan antar keluarga, saudara, teman, sahabat maupun kolega.

Termasuk beberapa tradisi dilakukan di beberapa daerah di Indonesia untuk menyambutnya. Misal nyorog di Betawi dengan memberikan bingkisan berupa makanan kepada sanak saudara untuk menjaga silaturahim. Meugang di Aceh dengan menyembelih kambing atau sapi untuk dimakan bersama keluarga dan tetangga, dan tradisi  serupa di daerah lainnya.

Pun sama dengan negeri muslim lainnya, menyambut suka cita bulan suci ini berbeda-beda sesuai adat dan kebiasaan yang berlaku. Mislanya penduduk Arab Saudi, menerima tamu Allah SWT yang berumrah  di rumah- rumah mereka. Sekaligus menyiapkan makanan khasnya untuk orang-orang dalam perjalanan. Seperti kurma, roti khas Arab, kopi, yoghurt serta rempah-rempah yang dipadu padankan dengan makanan.

Mesir pusat keilmuan dunia pun demikian. Penduduk Mesir menyambut Ramadhan dengan memasang lampu-lampu hias yang digantung di rumah dan jalan. Pemasangan lampu ini sudah dilakukan sejak Dinasti Fatimiyah berkuasa. Para dermawannya biasa membagikan makanan berat mapun ringan, kepada para perantau atau mahasiswa yang bersekolah di sana.

Menengok jauh ke belakang, dahulu di masa Daulah Utsmaniyah, Ramadhan kesempatan khalifah mengundang masyarakat untuk berbuka bersama. Dilakukan untuk lebih mendekatkan diri kepada rakyatnya, saling mendoakan dan memberi masukan. Pun sama dengan pejabat lainnya, membuka pintu rumah mereka lebar-lebar untuk menerima kunjungan dan menjamu masyarakat.

Inilah gambaran kehidupan muslim menyambut tamu istimewa. Karena memang Ramadhan bulan suci penuh dengan keutamaan, kemuliaan dan keberkahan di dalamnya. Bulan ditunaikannya rukun Islam ketiga, yaitu shaum; diturunkannya Al-Qur’an sebagai al huda (petunjuk) dan al fuqan (pembeda hak dan batil); dilimpahkannya ampunan dan pahala berlipat ganda; dibukakannya pintu-pintu syurga dan ditutup rapat pintu-pintu neraka; terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar; dan sebagainya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits.

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa …” (QS. Al Baqarah: 185).

“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).

“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang/terjauhkan (dari kebaikan).” (HR. Ahmad).

Tak sekadar bahagia menyambutnya, rindu Ramadhan harus dibuktikan dengan semangat dalam mengisi detik demi detik waktunya. Karena begitu berharga jika dilewatkan begitu saja. Teladan terbaik semangat dalam Ramadhan, ada pada Rasulullah Saw dan para shahabat. Ternyata mereka tak hanya mengisi waktu Ramadhan dengan amalan ibadah rawatib saja. Seperti shalat, puasa, zikir, tilawah Al-Qur’an, infak sedekah. Ada pekerjaan besar yang dilakukan oleh mereka, yang membutuhkan energi besar dan pikiran mendalam demi tujuan yang begitu mulia, yaitu dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.

Rasulullah Saw dan para shahabat berjihad saat Ramadhan. Dilakukannya Perang Badar, futuhat Mekah, perang Tabuk yang dikenal sebagai perang al‘usrah (kesulitan). Ini menunjukkan bahwa justru di Ramadhan, mereka melakukan amalan terberat yang sangat dicintai Allah. Ini adalah bukti keimanan yang begitu mengakar pada Allah.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button