FILANTROPI

Baitul Wakaf Salurkan Paket Hasil Tani untuk Jurnalis

Depok (SI Online) – Baitul Wakaf, nazhir wakaf produktif dari Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH), menyalurkan bantuan paket hasil dari petani dan peternak kepada para urnalis yang terdampak akibat virus corona COVID-19.

“Paket ini disalurkan untuk para jurnalis yang terdampak akibat Covid-19. Paket hasil perkebunan dari Petani terdiri dari 10 item sayuran dengan tambahan telur ayam dan telur puyuh,” kata Direktur Baitul Wakaf Rama Wijaya di kantor Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Depok, Ahad (17/4/2020).

Rama menuturkan, berbagai sektor pertanian, perindustrian, lingkungan merasakan yang sama akibat Covid-19, termasuk para jurnalis atau wartawan yang bekerja dilapang mencari informasi untuk disiarkan kepada masyarakat.

“Dengan kondisi seperti ini, sangat memprihatinkan kalau ada media Islam berperan menyampaikan dakwah tidak diberikan bantuan terutama untuk para jurnalis yang berkerja dilapangan,” tegasnya.

Lanjut Rama, untuk membangun sebuah media memerlukan waktu yang panjang. Para jurnalis dituntut harus konsentrasi dalam memberikan informasi berita kepada masyarakat,

“Kita akan menerima informasi yang tidak objektif dan tidak berimbang jika tidak seimbang dengan dana mereka karena terdampak Covid-19,” ujarnya

Menurutnya, entitas bisnis yang ikut terpukul atas kondisi ekonomi secara makro sebagai dampak pandemi. Saat bersamaan muncul tuntutan agar pers mengekspresikan empati kepada warga masyarakat yang berperspektif realitas entitas idealis.

“Tentu tidak berlebihan ketika disimpulkan, wartawan dan media tengah menghadapi pres sureserius ekonomi, walaupun peluang untuk recovery juga terbuka apabila masa pemulihan membersihkan Tanah Air dari pandemi Covid-19 bisa berlangsung secara cepat.

Kata Rama, jika protokol-protokol penanganan pandemi tidak dilaksanakan oleh semua unsur masyarakat secara disiplin, pukulan ekonomi akan memperpuruk sektro, termasuk perusahaan-perusahaan media.

Ia berharap teman-teman jurnalis, mempunyai sikap idealisme untuk membangun ruh jurnalistiknnya. “Kita memerlukan media yang dapat menyampaikan edukasi kepada masyarakat dan lembaga wakaf harus kolaborasi terutama lembaga-lembaga filantropi. Ini menjadi tantangan kita,” tegasnya.

Edukasi wakaf tidak optimal, karena terkendala penyampaian kepada para anak muda milenial yang tidak faham bahasa wakaf.

“Kami yakin teman-teman jurnalis adalah orang yang tepat, untuk menyampaikan pesan tentang wakaf kepada anak milenials sebab mereka paham segmen pasar, bahasa, narasi generasi milenial,” terang Rama.

red: farah abdillah

Artikel Terkait

Back to top button