SURAT PEMBACA

Bendera Tauhid Dihadang, Korupsi Melenggang

Istilah Bendera Tauhid tentu sudah tak asing lagi di telinga. Setelah beberapa waktu lalu sempat dihebohkan dengan adanya pembakaran bendera tauhid oleh salah satu oknum yang berakhir dengan aksi bela bendera tauhid. Kini, muncul lagi pemberitaan mengenai bendera tauhid yaitu tentang menag yang melakukan investigasi terhadap foto siswa MAN yang mengibarkan bendera Tauhid. Apa yang salah dengan pengibaran bendera tauhid ini?.

Munculnya dua atau salah satu dari bendera bertuliskan tauhid, masing-masing berlatar belakang hitam dan putih, belakangan ini selalu menuai kontroversi. Kasus terakhir adalah pengibaran dua bendera tersebut oleh siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sukabumi. Masyarakat memang sebaiknya hati-hati, karena atribut ini identik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang telah dibubarkan pemerintah.

Dalam kasus di Sukabumi ini, foto bendera tauhid itu pertama kali disorot oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily. Ace me-retweet unggahan akun @Karolina_bee1. Ace menilai tidak sepatutnya bendera yang identik dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia dikibarkan oleh siswa Indonesia. Dalam foto itu, terlihat sekelompok siswa berada di lapangan sekolah. Mereka mengibarkan bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa.

Mengetahui hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun meminta agar pengibaran bendera tauhid itu diinvestigasi. Akhirnya diketahui bendera bertuliskan kalimat tauhid itu dibawa siswa salah satu kelompok ekstrakurikuler sekolah bernama Keluarga Remaja Islam Majelis Al-Ikhlas atau Karisma, pada Jumat (19/7) pagi. Lokasinya di area belakang MAN 1 Kabupaten Sukabumi, Jalan Suryakancana, Sukabumi, Jawa Barat. (https://news.detik.com/ 22/07/19)

“Dari Ibnu Abbas, ia berkata, ‘Bendera Rasulullah SAW berwarna hitam, sedang panjinya berwarna putih dan ada tulisan kalimat tauhid.” (HR. Abu asy-Syekh, Akhlaqun Nabi SAW)

Sejatinya apakah bendera Tauhid itu? Bendera Tauhid adalah bendera hitam dan putih yang bertuliskan kalimat tauhid, atau juga lebih dikenal dengan Ar-Rayah dan Al-Liwa. Dalam sejarah Islam bendera ini lebih dikenal dengan bendera Rasulullah. Maka, dari sini bisa kita simpulkan bahwa keberadaan bendera tauhid tidak ada kaitannya dengan organisasi tertentu. Lalu, apakah yang harus dikhawatirkan dengan foto siswa yang membawa bendera ini? Padahal, jika diamati hal tersebut adalah wujud kecintaan terhadap Islam yang sangat menghargai bendera ini. Inilah akibat dari kesesatan cara berpikir rezim sekuler dalam memandang kebaikan dan keburukan. Hal yang sejatinya baik, justru dianggap sebaliknya.

“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR. Tirmidzi)

Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kewenangan dalam menentukan arah dan kebijakan pada wilayah yang dikuasainya. Seorang pemimpin yang baik akan membawa negaranya pada kebaikan, demikian juga sebaliknya. Dalam menjalankan pemerintahan, haruslah menjadikan islam sebagai pedoman. Alih-alih mengurusi bendera tauhid yang dianggap meresahkan, bukankah lebih baik menginvestigasi korupsi yang ada di depan mata? Entah sudah berapa kasus yang tak tentu ujungnya. Wallahu A’lam Bisshawab.

Nurlaini
(Warga Masyarakat)

Artikel Terkait

Back to top button