#Gaza Under AttackINTERNASIONAL

Bom Brutal Israel ke Gaza Tewaskan Keluarga Abu Malhous, Termasuk Lima Anaknya

Gaza (SI Online) – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membuka investigasi setelah bom yang digunakan dalam serangan udara di Gaza, Palestina, membunuh delapan orang sekeluarga termasuk lima anak yang tak bersalah.

Serangan membabi buta itu dilakukan militer Zionis saat menyerang para pejuang Jihad Islam Palestina (PIJ) yang menembakkan ratusan roket ke wilayah Israel. Militer Zionis berkilah bahwa bangunan tempat delapan orang itu tinggal dianggap kosong.

Israel membom sebuah rumah keluarga di Deir al-Balah pada Kamis (14/11) dini hari. Serangan itu membunuh Rasmi Abu Malhous, istrinya, istri saudara laki-lakinya, dan lima anak-anak mereka.

IDF mengklaim Abu Malhous adalah komandan skuadron roket Jihad Islam Palestina dan mengakui bahwa pria itu memang target serangan.

Namun tetangga keluarga korban mengatakan foto yang diterbitkan IDF yang dimaksudkan adalah Abu Malhous adalah seorang pria yang berbeda dengan pria yang terbunuh dalam serangan tragis itu.

Serangan militer Israel terhadap rumah itu diduga kuat sebagai kasus salah identitas yang fatal.

“Kami melakukan upaya intelijen dan operasional besar-besaran untuk tidak menyakiti non-kombatan selama menggagalkan kegiatan teror,” kata IDF dalam sebuah pernyataan, yang menambahkan bahwa mereka sedang menyelidiki klaim tentang adanya warga sipil yang tidak bersalah yang terbunuh dalam serangan di Gaza tengah pada Kamis dini hari.

Sumber-sumber militer Zionis mengatakan kepada Haaretz bahwa serangan itu menargetkan infrastruktur. IDF bersikeras bahwa mereka tidak mengetahui jika ada orang di dalam gedung dan bahwa komandan Jihad Islam Palestina sering menyembunyikan amunisi dan infrastruktur militer di rumah mereka.

Menurut laporan Haaretz, yang dikutip Sabtu (16/11/2019), keluarga yang dibom militer Zionis itu diduga memiliki nama yang sama dengan komandan Jihad Islam Palestina. Dugaan ini dibenarkan tetangga korban.

Para korban serangan bom itu hidup dari menggembalakan domba dan dikenal sebagai orang-orang yang sederhana dan miskin, sementara seorang komandan Jihad Islam Palestina disebut hidup di lingkungan yang lebih baik.

red: asyakira
sumber: sindonews.com

Artikel Terkait

Back to top button