#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Bongkar Kejahatan Perang di Gaza, Film Dokumenter NAZA Juarai Box Office Italia

Jakarta (Suaraislam.id) — Dokumenter perang Gaza berjudul NAZA memuncaki tangga box office Italia pada dua hari pertama penayangannya di bioskop dengan total penjualan tiket mencapai hampir €1,1 juta ($1,24 juta) hingga Selasa, menurut lembaga pemantau box office Italia, Cinetel, pada Rabu (30/09).

Angka dari Cinetel menunjukkan film tersebut dibuka di posisi pertama pada Senin dengan penjualan tiket sebesar €451.872 dari 60.467 penonton, lebih dari dua kali lipat dari hasil penayangan ulang “Avengers: Endgame” pada hari yang sama sebesar €179.612.

Film ini tetap bertahan di posisi teratas pada Selasa dengan meraup €623.164 lagi dan menarik lebih dari 83.000 penonton. Secara kumulatif, film tersebut telah mengumpulkan €1.096.816 dari total 146.720 penonton.

NAZA awalnya dirilis sebagai acara bioskop tiga hari pada 28–30 September di 515 bioskop di seluruh Italia, dengan banyak di antaranya terjual habis (sold out). Penayangan pun terus dilanjutkan melampaui jadwal awal akibat tingginya permintaan penonton.

Disutradarai oleh pembuat film Israel pemenang Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor, dokumenter ini membedah pembunuhan warga sipil Palestina di Gaza melalui kesaksian personel militer dan intelijen Israel.

Direkam secara rahasia selama tiga tahun di atap-atap bangunan di Tel Aviv, film ini menampilkan kesaksian dari 24 orisinal internal militer dan intelijen Israel yang identitas, suara, serta penampilannya diubah secara digital demi perlindungan keselamatan.

Personel militer Israel yang tampil dalam film menggambarkan sistem yang digunakan untuk mengidentifikasi, melacak, dan menyerang sasaran meskipun ada potensi timbulnya korban jiwa dari kalangan sipil. Beberapa di antara mereka mengaku menyaksikan kawasan pemukiman yang dijadikan tempat perlindungan dibakar serta warga Palestina dibunuh saat pembagian bantuan makanan di Gaza.

Film ini mengambil namanya dari NAZA, sebuah singkatan yang digunakan oleh badan intelijen militer Israel, Aman, untuk menunjukkan perkiraan jumlah warga sipil yang akan tewas dalam suatu serangan udara.

NAZA baru-baru ini memenangkan Penghargaan Khusus Juri (Special Jury Prize) di Venice International Film Festival setelah menerima penonton yang berdiri memberikan tepuk tangan (standing ovation) selama sekitar 25 menit pada pemutaran perdananya.

Dokumenter ini juga memicu kecaman keras dari pejabat Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu awal bulan ini menyatakan akan mendesak lahirnya undang-undang yang menyasar pihak-pihak yang “mencemarkan nama baik” tentara Israel menyusul pemutaran film tersebut.[]

Sumber: Anadolu Agency

Back to top button