#Wabah CoronaSURAT PEMBACA

Bu Ningsih Jangan Main-main dengan Corona

Setelah viral dengan pernyataan bisa memanggil Nabi dan mampu melihat malaikat beberapa waktu lalu, kali ini Ningsih kembali bikin heboh.

Dalam akun YouTube-nya, ia mempromosikan obat yang mampu menyembuhkan Corona. Obat Corona made in Pandaan yang ia kenalkan seharga Rp35 ribu. Perempuan yang dikenal sebagai pengobat alternatif ini menyatakan obat yang dijualnya mampu menangkal infeksi dan membuat tubuh kebal layaknya vaksin. Obat cair dalam kemasan botol itu juga diklam mampu menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus Corona.(detik.com, 14/4/2020).

Ia pun mengklaim obat buatannya ini sudah dikenal kalangan kedokteran. Menanggapi hal itu, Ketua IDI Kabupaten Pasuruan Sujarwo mengatakan, pengobatan yang dilakukan Ningsih bukan terkatagori pengobatan medis. Pengobatan tersebut juga dilakukan tanpa media dan obat. Ia juga menyangkal pernyataan Ningsih tentang obatnya yang sudah dikenal di dunia kedokteran.

Bagi saya, Ningsih ini sudah offside. Saat umat Islam tak berani mengusik tentang ruh, nabi, dan malaikat, ia dengan lancangnya bisa memanggil Nabi dan ruh manusia, serta melihat malaikat. Apa yang disampaikannya tak lebih kesesatan berkedok Islam.

Tak mau ketinggalan untuk menaikkan rating channel YouTube-nya, ia mengklaim menemukan obat untuk Corona. Padahal kita ketahui bersama, obat dan vaksin untuk Corona belum ditemukan, bahkan WHO sendiri masih belum menemukan vaksin yang tepat bagi COVID-19.

Ningsih Tinampi, bukan dokter, bukan paramedis, bukan herbalis. Lalu siapa dia? Melihat gimiknya saja meragukan. MUI sendiri juga mengindikasikan adanya kesesatan yang ia lakukan terhadap praktik pengobatan alternatifnya. Anehnya, pasien yang mendatanginya tak berkurang. Seolah pengobatannya sakti dan ‘mandhi’ (Jawa=manjur) lalu dibumbui dengan sebut nama Allah berkali-kali.

Fenomena pengobatan alternatif ala ningsih bukanlah yang pertama, juga bukan yang terakhir. Klenik ataupun hal yang berbau Islam dianggap sudah Islami, padahal sejatinya itu hanya kamuflase agar terlihat Islami. Ditambah, akidah umat yang terkikis karena sistem sekuler membuat umat tak bisa membedakan mana yang sesuai dengan syariat dan mana yang bertentangan dengan syariat Islam.

Demi meraup untung, apapun bisa diislam-islamkan. Demi menaikkan rating channel, buatlah keanehan lalu viralkan. Persis mekanisme kerja kapitalisme. Menghalalkan segala cara demi mendapat untung sebesar-besarnya.

Untuk Bu Ningsih, jangan main-main dengan isu Corona. Ini bukan wilayah Anda. Bukan kapasitas Anda. Dan bukan pasar Anda. Tak usah memanfaatkan situasi pandemi demi menjual produk yang belum teruji secara kilinis dan medis. Dan jangan menambah informasi menyesatkan yang membingungkan umat.

Kembalilah pada syariat Islam yang sebenarnya. Bukan abal-abal apalagi mengandung kesyirikan berbalut pengobatan Islami. []

(Chusnatul Jannah)

Artikel Terkait

Back to top button