#Wabah CoronaMUHASABAH

Corona Menjalar, Azab bagi China?

Dunia gempar. Tak terkecuali Indonesia. Ini akibat ditemukannya virus Corona di Wuhan, China. Bahkan, virus tersebut kini telah menjalar ke berbagai negara dan diperkirakan dapat menjadi ancaman global.

Dilansir dari pikiran-rakyat.com bahwa hingga Jumat, 24 Januari 2020, China telah mengisolasi sebanyak 13 kota dan 41 juta penduduk. Mereka dijaga ketat oleh orang- orang berkostum lengkap, baik tim militer maupun medis. Siapapun dicegah keluar dari area karantina.

Berbagai perayaan Tahun Baru Imlek 25 Januari 2020 ini, bahkan telah dibatalkan. Beijing menjadi kota terlarang. Disneyland Shanghai, dan bagian dari Tembok Besar diumumkan serentak ditutup. Virus Corona tengah menjadi momok menakutkan di berbagai kota.

Tentu saja, hal ini karena virus Corona sangat mudah menyebar melalui udara yang dihirup oleh hidung dan mulut. Kemudian masuk ke dalam saluran pernapasan atas, lalu ke tenggorokan hingga ke paru-paru.

Mengetahui virus ini pertama kali ditemukan di China, membuat naluri kemanusiaan tersingkap. Mengingat akan apa yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap etnis Muslim Uighur. Mereka juga sedang dan masih dikarantina. Lebih dari satu juta manusia tak berdosa disiksa secara keji di kamp konsentrasi Xinjiang. Dilarang memeluk Islam. Dipaksa murtad. Dianiaya hanya karena mereka Muslim. Situasi tersebut juga tak kalah mencekam.

Apakah kemudian kaum muslimin kehilangan rasa simpati dan sikap empatinya pada China, khususnya bagi para korban Virus Corona? Tidak. Sungguh tidak. Karena virus ini juga bisa saja menjalar ke tubuh kaum Muslimin di berbagai negara.

Kaum Muslimin meyakini bahwa segala musibah dan bencana yang terjadi adalah berasal dari Allah. Bagi seorang Muslim, musibah itu bisa bermakna sebagai ujian bagi orang beriman untuk meningkatkan keimanan terhadap Allah SWT.

“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu.” (QS. Al-Baqarah: 214)

Kaum Muslimin juga yakin, bahwa musibah adalah teguran bagi orang-orang beriman yang sedang lalai dan jauh dari agamanya, agar kaum muslimin dapat segera bertaubat dan kembali pada menerapkan aturan Allah SWT.

“Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.” (QS. al-A’raf: 99)

Diyakini pula, bahwa bencana dan musibah adalah azab dan balasan yang disegerakan di dunia bagi orang-orang munafik dan kaum kafir yang memusuhi agama-Nya.

“Maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong.” (QS. Ali Imron: 56)

Kaum Muslim percaya, tidaklah musibah atau azab dapat terjadi jika bukan atas kehendak-Nya. Corona yang menimpa China adalah sebagian kecil tanda kekuasaan Allah. Kuasa yang bahkan tak bisa dibaca oleh akal manusia yang terbatas. Terlepas Virus ini bagian dari propaganda (Diduga senjata biologis rahasia China yang bocor dari labnya) atau bukan sama sekali.

Tak ada yang mampu menghalangi kehendak Allah, jika Allah sudah berkehendak. Bahkan meski manusia mengerahkan seluruh kekuatan, daya upaya, teknologi yang super canggih dan segala peralatan muthakir untuk menghadang. Takkan bisa menghadang ketetapan-Nya.

Buktinya, dengan virus Corona yang Allah turunkan, dunia menjadi pesakitan. Dengan merebaknya Virus Corona, dunia bergejolak. Dengan menjalarnya Virus Corona, duniapun ambyar. Masihkah manusia akan angkuh, congkak dan sombong dengan tetap menolak diterapkannya aturan Allah yakni aturan Islam?

“Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” (QS. An- Nahl: 40).

Dengan itu manusia ditunjukkan bahwa jika Allah telah berkehendak, tak akan ada sesuatu pun yang bisa menghadang. Begitu juga kelak, jika tiba waktunya Allah memenangkan agamaNya. Tak akan ada yang sanggup menentang. Wallahu a’lam!

Nusaibah Al Khanza
(Pemerhati Masalah Global)

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close