#Tragedi KM50NASIONAL

CSIL Dukung Komnas HAM Perkuat TGPF Kasus Kematian Laskar FPI

Jakarta (SI Online) – Lembaga Center of Study for Indonesian Leadership (CSIL) menggelar webinar “Urgensi Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta KM 50” pada Sabtu (12/12/2020). Diskusi online tersebut membahas kasus kematian enam laskar Front Pembela Islam (FPI) beberapa waktu lalu.

Pimpinan CSIL HM Mursalin mengatakan, kasus kematian tersebut telah melanggar Pancasila terutama sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Sudah banyak banjir dukungan kepada Komnas HAM untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), walaupun konon ada tekanan terhadap Komnas HAM sendiri,” kata Mursalin saat memberikan sambutan webinar tersebut.

Oleh karena itu, Presiden Komando Ulama untuk Pemenangan Politik Islam (KOMPI) itu mengajak elemen masyarakat khususnya ormas-ormas Islam untuk terus mendukung Komnas HAM dalam memperkuat TGPF tersebut.

“Sudah ada korban rakyat Indonesia jangan sampai ini dijadikan permaklumkan, oleh karena itu CSIL mendukung Komnas HAM memperkuat Tim Gabungan Pencari Fakta,” jelasnya.

Dengan mengusut tuntas kasus ini, pihaknya berharap ke depan tidak ada lagi jatuh korban dari anak bangsa. “Harapannya Indonesia ke depan benar-benar menjadi negeri yang adil dan beradab,” tandasnya.

Selain HM Mursalin, hadir pula sejumlah tokoh dan ulama dalam webinar tersebut. Mereka antara lain KH Muhyidin Junaidi (Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia), Muhammad Syafii (Anggota DPR RI Komisi III), Ahmad Michdan (Tim Pembela Muslim), Dr Suparji Ahmad (Kepada Bidang Hukum Korp Alumni HMI), Wirawan Adnan (Advokat Senior) dan lainnya.

Seperti diketahui, Komnas HAM tengah membentuk tim investigasi untuk mengungkap kebenaran terkait insiden penembakan yang terjadi terhadap enam orang laskar FPI.

Wakil Ketua Komnas HAM Choirul Anam menyebutkan bahwa tim investigasi sudah mulai bergerak untuk mengumpulkan seluruh informasi ihwal insiden penembakan yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Senin malam atau Selasa dini hari lalu.

red: adhila

Artikel Terkait

Back to top button