PARENTING

Didiklah Anak Usia Dini dengan Akidah Islam

Di Spanyol pernah terjadi pemaksaan murtad pada kaum Muslim yang dilakukan oleh pasangan Monarki Katolik Raja Ferdinand II dari Arogan dan Ratu Isabella dari Kastilia, tapi mereka lebih banyak memilih mati dalam keadaan beriman atau hijrah keluar dari Spanyol ketimbang berganti agama. Masyaallah ketika akidah Islam sangat kuat karena melalui proses berpikir bukan hanya sebuah doktrin maka akan menimbulkan keyakinan yang kuat menancap dan sulit untuk digoyahkan.

Ketiga, akidah Islam dapat menjadikan anak-anak memiliki sandaran kehidupan yang fundamental, yakni Allah SWT. Dengan memahamkan gambaran qadha dan qadar secara sederhana seperti ajal, peristiwa menyenangkan atau menyedihkan, rezeki yang datangnya dari Allah akan membuat anak selalu bersandar pada kebesaran Allah SWT. Dibarengi dengan berikhtiar sekuat tenaga. Dengan begitu anak-anak akan memiliki mental yang kuat serta percaya diri yang tinggi.

Sedangkan jika anak-anak dididik dengan basis sekularisme maka akan lahir generasi yang kritis dalam pemikiran tetapi memiliki mental yang lemah. Seperti pada negara-negara maju di Jepang, Korea Selatan serta beberapa di negara Eropa yang memiliki tingkat depresi kuat hingga bunuh diri karena tidak memiliki sandaran yang hakiki.

Keempat, dengan basis akidah Islam anak-anak akan dengan mudah dalam ketaatan pada syariat dan hidup disiplin. Ketaatan dan kedisplinan berdasarkan akidah Islam ini diajarkan kepada meraka bahwasanya ajaran Islam merupakan sebuah kebenaran dan dapat menuntun mereka ke dalam kebaikan. Jadi bukan dengan doktrinasi apalagi tekanan, ancaman, paksaan, atau intimidasi.

Kesalahan dapat terjadi pada orang tua atau wali yang kurang paham dalam menanamkan ketaatan pada agama, serta karena mengabaikan kekuatan akidah anak-anak. Kemudian mereka memaksakan ajaran Islam dengan ancaman seperti ‘neraka’, ‘azab’, ‘dosa’ dan sebagainya. Intimidasi, ancaman, serta tekanan adalah hal yang harus disingkirkan oleh para orang tua dan para wali dalam proses mengajar.

Maka dari itu penting sekali bagi para orang tua dan para wali yang terlibat untuk dapat memahami dua unsur, yaitu penguatan akidah dan uslub yang baik. Agar anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas, kritis dalam pemikiran serta memiliki mental yang kuat dengan begitu negara ini akan memiliki aset yang besar untuk peradaban dunia.

Bandingkan dengan pendidikan yang sedang berjalan hari ini dengan basis sekularisme, bahkan pelan-pelan memusuhi dan menyingkirkan agama melahirkan banyak persoalan seperti tawuran, pergaulan bebas, narkoba, serta para pejabat dan pengusaha yang rakus dan bermental korup, bahkan banyak dari mereka lulusan kampus-kampus luar biasa di tanah air, namun mereka gagal menjadi manusia, apakah ini yang dibanggakan dan diharapkan?

Penting sekali pendidikan dengan basis akidah Islam tidak akan melahirkan generasi yang takut pada umat lain dan melahirkan permusuhan. Karena ajaran Islam bukan seperti fitnahan kaum pembenci Islam yang menurut pemikiran mereka berisi rasa benci, radikalisme, serta permusuhan pada umat lain. Malah tidak ada ajaran yang memberikan rasa hormat pada sesama manusia selain hanya Islam.

Bayangkan dengan pemisahan agama dan demokrasi yang katanya memiliki wajah humanis tetapi pada kenyataannya berwajah bengis. Bukankah Amerika Serikat serta sekutunya menyerang Afghanistan dan menyebabkan kematian berjuta-juta orang, dengan alasan menengakkan demokrasi di Afghanistan?

Percayalah hanya pendidikan berbasis akidah Islamlah yang paling baik untuk anak-anak kita, sebagaimana kita yakin hanya Islam satu-satunya ajaran yang mulia dan memuliakan manusia. Serta akan mencetak generasi-generasi yang baik, cemerlang, inovatif yang dapat membawa pada peradaban yang gemilang.[]

Rizky Amalia Husna, Mahasiswi di Depok

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button