#Pandemi COVID-19NASIONAL

Efikasi Vaksin Asal China Rendah, Wantim MUI: Rakyat Jangan Dijadikan Kelinci Percobaan

Jakarta (SI Online) – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengkritisi kebijakan pemerintah terkait penggunaan vaksin asal China yang saat ini mulai diragukan efikasi atau tingkat kemanjurannya.

“Pemerintah sebaiknya jujur dan bersikap gentleman untuk mengedukasi rakyatnya bahwa tingkat efikasi vaksin buatan China sangat rendah. Rakyat tak boleh dijadikan sebagai kelinci percobaan atas nama perlindungan kesehatan,” ujar Kiai Muhyiddin melalui pernyataannya kepada Suara Islam Online, Ahad malam (26/7/2021).

Saat ini, pemerintah China dikabarkan tak lagi ingin menggunakan vaksin Sinovac dan akan beralih menggunakan vaksin Pfizer dan Moderna.

“Tingkat efikasi yang rendah Cina terpaksa memborong Vaksin Pfizer dan Biontech serta meninggalkan produk China demi menjaga kesehatan rakyatnya,” ungkap Kiai Muhyiddin.

Sementara itu, kata dia, rakyat Indonesia terutama umat Islam, sangat koperatif dan patuh kepada kebijakan pemerintah termasuk program vaksinasi.

“Para pakar dan DPR seharusnya berani bicara dan minta pemerintah meninjau ulang penggunaan vaksin asal China. Ini sangat penting demi menyelamatkan nyawa dan kesehatan publik,” jelas Kiai Muhyiddin.

Menurutnya, MUI dan semua ormas juga secara moral bertanggung jawab menyelamatkan jiwa rakyat sesuai dengan tujuan utama Maqasid Syariah (tujuan sesuai syariat Islam).

“Begitu juga pemerintah punya tanggung jawab konstitusional menjaga kesehatan rakyat dengan memberikan konpensasi selama penerapan kebijakan PPKM,” jelas Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional PP Muhammadiyah itu.

Terkait vaksin asal China, Kiai Muhyiddin juga mengungkapkan bahwa hasil dari penggunaanya bermasalah. “Fakta di lapangan menunjukan bahwa negara-negara pengguna vaksin China ternyata mengalami lonjakan keterpaparan yang sangat tinggi,” tandasnya.

red: adhila

Artikel Terkait

Back to top button