INTERNASIONAL

Eks Kepala Shin Bet Gugat Netanyahu Atas Pencemaran Nama Baik Tragedi 7 Oktober

Peringatan, Kebohongan, dan Manipulasi

Tuduhan dalam gugatan Bar muncul beberapa hari setelah mantan sekretaris militer Netanyahu, Avi Gil, mengungkapkan kepada Channel 12 Israel bahwa kantor perdana menteri telah “memalsukan catatan yang berkaitan dengan 7 Oktober 2023,” termasuk mengubah waktu panggilan telepon penting yang tercatat.

Gil, yang menjabat sebagai sekretaris militer Netanyahu dari Juli 2021 hingga Mei 2024, mengatakan seorang steno di kantor perdana menteri mendataginya pada Januari 2024 dengan instruksi dari kepala staf Netanyahu untuk mengubah waktu panggilan telepon berdurasi empat menit dari pukul 06.40 waktu setempat (03.40 GMT) menjadi pukul 06.29 (03.29 GMT).

“Dia memberi tahu saya, ‘Saya tidak diizinkan untuk mengaburkannya,'” kata Gil saat menuduh kepala kantor Netanyahu memanipulasi catatan telepon. Ia menambahkan, “Itu adalah fakta, dan tidak ada perdebatan mengenai hal tersebut.”

Bulan lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Netanyahu telah diperingatkan mengenai serangan tersebut oleh kepala intelijen Mesir, Abbas Kamel.

Dalam langkah yang jarang terjadi, Kamel dilaporkan menelepon perdana menteri hanya beberapa hari sebelum serangan. Langkah ini mempertegas peringatan sebelumnya pada September 2023, ketika ia dikabarkan terbang langsung ke Israel untuk memperingatkan para pejabat keamanan secara tatap muka bahwa Hamas sedang merencanakan serangan.

Berbagai jajak pendapat menunjukkan Netanyahu berada dalam persaingan ketat untuk mempertahankan kekuasaannya dalam pemilu 27 Oktober. Posisi politiknya terus tertekan akibat kritik keras dari mantan staf, pejabat pemerintah, serta pihak oposisi atas kegagalannya mencegah pertumpahan darah tersebut.

Sekurang-kurangnya 1,221 warga Israel tewas pada 7 Oktober 2023 setelah pejuang Hamas menembus pagar pembatas yang memisahkan Israel dan Gaza, menurut data resmi Israel.

Selain itu, sebanyak 251 warga Israel ditawan, termasuk jenazah dari 44 warga Israel yang tewas pada hari itu.

Dalam tiga tahun sejak peristiwa tersebut, Israel telah membunuh lebih dari 74.300 jiwa di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan di wilayah kantong tersebut.

Lebih dari 1.400 warga Palestina di Gaza tewas dalam serangan Israel sejak kesepakatan “gencatan senjata” sementara yang didukung AS dicapai tahun lalu.[]

Sumber: AFP

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button