#Pemilu 2019NASIONAL

Gagal ke Senayan, Kapitra Ngarep Jadi Menteri Jokowi

Jakarta (SI Online) – Ini kabar terbaru dari Kapitra Ampera. Sosok pengacara yang awalnya berada di barisan 212 lalu menyeberang ke kubu partai penguasa. Kapitra maju sebagai caleg DPR dari PDI-P. Saat itu ia terang-terangan menyebut diri sebagai cebong.

Untuk dapat ke Senayan, Kapitra bertarung di Dapil 2 Riau, yang meliputi Kabupaten Kampar, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi. Kapitra mendapat nomor urut empat di daftar caleg partai banteng moncong putih itu.

Dalam proses penghitungan suara saat ini, Kapitra mengaku kemungkinan tidak lolos ke Senayan. Dia menuduh, tidak lolosnya dia karena ada dugaan kecurangan di internal dan sebab eksternal.

“Kalau lihat hasil hitungan sementara, baik internal dan eksternal, kemungkinan saya tidak lolos ke Senayan,” kata Kapitra seperti dilansir detikcom, Selasa (30/4/2019).

Kapitra mengklaim, hasil survei Indo Barometer dirinya nomor satu di internal partai untuk Dapil 2 Riau. Malah, kata dia, survei itu dilakukan lima kali hingga 8 April.

Pengacara asal Pekanbaru, Riau, itu mengklaim telah berusaha semaksimal mungkin selama masa kampanye. Ia mengaku turun dari satu desa ke desa lain.

“Awalnya perhitungan suara saya mencapai 280 ribu. Karena ada kecurangan ya sekarang adalah antara 70 ribu sampai 80 ribu suara,” klaim Kapitra.

Namun, meskipun merasa kecewa akibat dugaan kecurangan yang membuatnya gagal ke Senayan, ia masih berharap agar bis amenjadi salah satu menteri di Kabinet Jokowi.

Soal keinginan duduk di kursi kabinet, Kapitra menyebutkan dirinya bisa menjadi Menkumham, Menteri Perhubungan, atau Jaksa Agung.

“Saya kan sudah berpengalaman sebagai advokat puluhan tahun. Kan bisa saja menduduki salah satu menteri. Dari akademik, saya juga bergelar doktor. Kalau saya duduk di salah satu jabatan menteri, masyarakat Riau bangga juga,” kata Kapitra.

Lalu, andaikan jabatan menteri juga tidak diberikan?. “Lho saya ini sudah berdarah-darah, rumah saya dibom molotov. Masa saya kosong saja?” jawab Kapitra sembari tertawa.

Pun demikian, Kapitra menyebut, dirinya tetap akan konsisten di dunia advokat sebagai profesi dasarnya selama ini. “Saya dibesarkan di dunia pengacara, jadi itu basic, tidak boleh kita lupakan,” pungkasnya.

red: Asyakira

Artikel Terkait

Back to top button