SUARA PEMBACA

Genosida di Rohingya

Seperti telur diujuk tanduk, begitulah kiranya nasib kaum muslimin saat ini. Keadaan kaum muslimin yang terpecah belah membuat kaum muslimin lemah dan mudah dijajah dari berbagai arah. Dari mulai diperangi secara fisik, pemikiran, ekonomi, dll. Dinegeri yang dimana umat Islam adalah minoritas maka umat Islam dibantai habis-habisan contohnya seperti yang terjadi pada Muslim Rohingya di Myanmar. Namun jika umat Islam adalah mayoritas seperti Indonesia, umat Islam ditekan untuk toleran kepada non muslim yang minoritas. Contoh, masalah volume suara azan di negeri ini yang harus dibatasi karena harus menghargai kaum non muslim.

Apa yang menimpa Muslim Rohingya bukan sekedar konflik antar umat beragama namun ini adalah genosida. Yaitu pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu kelompok bangsa, ras, dan agama dengan maksud memusnahkan kelompok tersebut.

Bagaimana Muslim Rohingya dibantai secara keji tak peduli laki-laki atau perempuan, orang dewasa atau anak-anak semua dihabisi. Kaum perempuan mengalami kekerasan seksual. Seluruh bangunan dibakar, baik rumah, masjid, pasar, dan sekolah. Lebih dari setengah juta muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh guna menghindari kebrutalan militer Myanmar.

Lalu dimana peranan PBB dan AS yang konon menjadi polisi dunia, namun tak mampu berbuat banyak untuk menyelesaikan genosida Rohingya? Meski tim misi pencari fakta independen PBB telah menerbitkan laporan tentang krisis Rohingya, bahwa apa yang dilakukan militer Myanmar terhadap muslim Rohingya adalah tindakan genosida namun sampai saat ini Myanmar belum dijatuhi sanksi.

Belum lagi yang terjadi pada muslim minoritas di negeri lainnya seperti di Uyghur, Pattani (Thailand), Moro, dan India mereka semua di intimidasi. Dibalik kasus-kasus yang menimpa kaum muslimin di seluruh dunia menunjukkan adanya skenario global untuk menghancurkan umat Islam dan ajarannya.

Umat Islam diperangi, dibantai, difitnah,dikriminalisasi sedangkan ajarannya dikebiri dan didiskriminasi. Inilah yang terjadi dalam rezim sekuler kapitalis yaitu rezim yang Islamophobic. Ketakutan dan kebencian mereka terhadap umat Islam dan ajarannya membuat mereka berbuat semena-mena terhadap umat Islam.

Untuk itu umat harus kembali kepada khilafah, karena hanya khilafah yang bisa menyatukan umat Islam diseluruh dunia. Umat Islam butuh khalifah yang bisa melindungi seluruh kaum muslimin dalam wilayah kekuasaannya. Rasulullah saw bersabda : ”Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Didalam Islam umat akan terjaga darah, harta, dan kehormatannya. Sebagaimana firman Allah Swt : “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. (Qs. Al-An’am :151)

Dan sabda Rasulullah saw: “Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan kalian, adalah haram atas sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari kalian ini di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini. ” (HR. Bukhari)

Umat Islam akan aman, sentosa, dan sejahtera dibawah naungan khilafah. Wallahua’lam bishowab.

Rosmita
Tinggal di Cibubur, Jakarta Timur

Artikel Terkait

Back to top button