OASE

Hadapi Kemajuan Iptek dengan Imtak

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ ٧ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ ٨

Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya (7) Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. (Q.S. Al-Zalzalah: 7-8)

Demikianlah, seorang muslim hendaknya menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan keimanan dan ketakwaan.

Dengan demikian, ia dapat memanfaatkan dampak positif untuk kebaikan sesama dan menghindari dampak negatif yang merusak. Sehingga ia menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah Saw bersabda:

خير الناس انفعكم للناس

Sebaik-baik kalian adalah siapa di antara kalian yang bermanfaat untuk manusia lainnya.

Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, seorang muslim harus menjadikannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi sesama.

Imtak adalah fondasi utama yang membimbing manusia untuk memanfaatkan kemajuan ini secara bijak, menghindari dampak negatif, dan berkontribusi pada kebaikan.

Dengan iman yang kokoh dan takwa yang mendalam, seorang muslim dapat menjalani kehidupan dunia dengan penuh tanggung jawab, sembari menyadari bahwa segala perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, sehingga keberadaan mereka membawa kebaikan di dunia, hingga akhirat. Wallahu a’lam.[]

Zuhaili Zulfa, Mahasiswa asal Pemalang, Jawa Tengah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4

Artikel Terkait

Back to top button