NASIONAL

Inikah Video Said Didu yang Buat Luhut Berang Lalu Lapor ke Bareskrim?

“Dengan pernyataan Pak Luhut dan Bappenas disini masyarakat bisa menilai sebenarnya kemana pemerintah berpihak dalam membangun negeri ini,” kata Said.

Said pun menilai masalah kesejahteraan umum tak diprioritaskan. Tapi pemerintah mementingkan legacy yang mengorbankan kepentingan masyarakat.

“Awalnya saya masih menduga kelihatannya legacy yang mau dibangun untuk pembangunan jangka panjang dan tak mengorbankan kesejahteraan masyarakat. Sekarang dengan terjadinya corona yang dikorbankan bukan lagi kesejahteraan, tapi keselamatan hidup masyarakat ingin dikorbankan demi legacy yang belum tentu berguna bagi masyarakat,” kata Said.

BACA JUGA: Dilaporkan Luhut ke Bareskrim, Said Didu Segera Diperiksa

Ia juga menyebut Sri Mulyani sudah kewalahan dengan dana untuk menangani corona. Tapi Luhut masih ngotot untuk tak mengganggu dana pembangunan ibukota.

“Kalau seorang pemimpin akan mengalihkan semua anggaran-anggaran legacy pemimpin, cita-cita pemimpin untuk legacy pribadi dia ke depan demi menyelamatkan nyawa rakyat. Kelihatannya beliau lebih memilih legacy daripada menyelamatkan nyawa rakyat,” katanya.

Lalu mereka juga membicarakan soal perbedaan pandangan antara Jokowi dan Prabowo melalui ajudannya terkait kebijakan lockdown. Kembali ke persoalan ibu kota, dalam sidang kabinet diputuskan ibu kota tak pindah. Tapi Jokowi malah berpidato tetap pindah ibu kota.

Perbedaan pendapat di dalam kabinet Said sebut sebagai suara yang akal sehat menonjol daripada hanya menjadi “yes man” saja.

“Masyarakat sekarang yang paling utama apakah dia masih bisa hidup dengan baik. Mereka menunggu betul kebijakan publik seperti apa. Tapi kalau Luhut kan kita sudah tahulah, memang menurut saya di kepala beliau hanya uang, uang, dan uang. Tidak ada pikiran sedikit pun bagaimana negara ini, bukan tak sedikit pun, saya tak pernah melihat bagaimana dia mau berpikir membangun bangsa dan negara. Karakternya demikian hanya uang, uang, dan uang,” katanya

Berikut video wawancara M. Said Didu yang diunggah melalui channel Youtube:

red: farah abdillah

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button