AKIDAH

Islam Sangat Menjunjung Tinggi Toleransi Umat Beragama

Dalam ayat Al-Qur’an yang lain pun ditegaskan :

لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (QS. Al-Maidah : 72).

Ayat Al-Qur’an diatas dengan tegas menyatakan kafirlah orang yang mempercayai Nabi Isa Al-masih sebagai tuhan. Dan di sinilah perbedaan tegas antara akidah Islam dengan akidah Kristen.

Dari keterangan diatas, jelaslah bahwa umat Islam haram mengikuti ritual natalan bersama dengan orang Kristen.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 1981 telah menfatwakan keharaman mengikuti natalan bagi umat Islam karena sudah terkait akidah dan ibadah.

Toleransi boleh-boleh saja, artinya membiarkan dan tidak mengganggu ritual agama lain. Kalau ikut masuk dan mendukung aktifitasnya, itu namanya sudah toleransi yang kebablasan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa toleransi artinya bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dsb) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Melihat definisi diatas, bahwa makna toleransi tidak sampai ikut berpartisipasi dalam kegiatan orang atau pihak yang berbeda paham atau pandangan. Jadi selama tidak mengganggu ritual agama lain itulah toleransi.

Demikian semoga kita senantiasa dalam rahmat dan perlindungan Allah SWT sehingga kita dapat hidup harmonis dengan siapapun tanpa mengorbankan akidah Islam. Aamiin. Wallahu a’lam

Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama.

Laman sebelumnya 1 2 3 4

Artikel Terkait

Back to top button