SURAT PEMBACA

Jangan Berhenti di Blackpink Shopee

Sebenarnya, tontonan atau tayangan yang ada di televisi dengan konten yang tidak pantas, bukan hanya iklan Blackpink Shopee. Jika sudut pandang yang dipakai adalah Islam, maka hampir sebagian besar tontonan di televisi itu kontennya tidak layak dilihat. Bukan hanya oleh anak-anak, namun juga oleh mereka yang mengaku muslim.

Namun karena sudut pandang yang dipakai bukan Islam, melainkan kapitalisme sekulerisme, maka berbagai tayangan itu terus saja dimunculkan. Yang penting, bisa menguntungkan secara materi. Yang penting, bisa menghibur. Tidak peduli melanggar norma. Tidak peduli akan merusak generasi.

Padahal, media adalah bagian dari masyarakat, yang harus turut bertanggung jawab terhadap proses pembentukkan kepribadian calon penerus generasi. Ketika di rumah orang tua dan keluarga sudah berusaha keras mendidik anak-anak, dengan mudahnya hasil pendidikan itu akan rusak dengan tayangan tak pantas yang ada di media.

Di dalam Islam, keberadaan media bukan hanya sebagai sarana untuk meraih keuntungan materi, apalagi dengan menghalalkan segala cara. Keberadaan media dijadikan sebagai sarana untuk menebar nilai-nilai luhur, meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga untuk menjaga style agar tetap berjalan sesuai dengan aturan Islam.

Hanya saja, membatasi atau mengontol media sehingga harus sesuai dengan aturan Islam dalam negara yang tidak menerapkan aturan Islam seperti saat ini, adalah hal yang sangat sulit. Bahkan untuk menghilangkan satu tayangan saja membutuhkan perjuangan para ibu-ibu militan, di tengah-tengah pro dan kontra.

Sebab, hanya negara yang menerapkan aturan Islam saja yang akan mampu mengontrol media, agar menayangkan tontonan yang sesuai dengan aturan Islam.

Oleh karena itu, semoga perjuangan menghilangkan tayangan iklan Blackpink Shopee ini menjadi langkah awal para ibu-ibu militan, untuk terus melanjutkan perjuangannya menjaga generasi, yakni dengan berjuang untuk merubah aturan yang ada, dengan aturan Islam.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Tags
Back to top button
Close
Close