AKHLAK

Jangan Jadi Orang yang Tak Tahu Terima Kasih

Biasakanlah untuk selalu berusaha membalas kebaikan orang lain, meskipun tentu orang yang membantu kita itu tidak berharap pamrih atau balas jasa. Tetapi, membalas kebaikan adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah Ta’ala dan agar kita tidak berutangbudi.

Jangan sampai ada dalam hati kita kesenangan karena terus-menerus dibantu orang lain, sedangkan kita tidak melakukan hal yang sama terhadap mereka. Syukurilah bantuan yang datang kepada kita dengan cara membantu meringankan keperluan orang lain pula.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Tidak dianggap bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia.” (HR. Abu Daud: 4177)

Di sinilah kita menemukan bahwa berterima kasih, membalas budi, adalah wujud rasa syukur, sedangkan syukur kepada Allah itu mengundang rejeki lain untuk dekat dengan kita. Namun, kita berterima kasih dan membalas budi bukanlah karena mengharapkan pamrih atau mencari dunia, melainkan karena Allah menyukai hamba-Nya yang bersyukur.

Ungkapan rasa terima kasih kepada sesama manusia itu banyak caranya. Bisa dengan mengungkapan dengan ucapan lisan. Bisa juga dengan mendoakan atau dengan cara membalas kebaikannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Barangsiapa yang telah berbuat kebaikan kepada kalian, hendaklah kalian membalasnya. Jika kalian tidak mampu membalasnya, maka berdoalah untuknya, hingga kalian tahu bahwa kalian telah bersyukur. Allah adalah Dzat Yang Maha Tahu Berterima kasih dan sangat cinta kepada orang-orang yang bersyukur. (HR. Thabrani)

Untuk itu marilah kita membiasakan diri untuk berterima kasih kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita. Dan, mari kita melatih diri untuk membalas kebaikan orang lain dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Inilah ciri dari orang yang ahli syukur, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Artikel Terkait

Back to top button