IBADAH

Jika Kita Bisa Beramal Shalih, Itu adalah Taufik dari Allah

Segala bentuk amal shalih dan kebaikan yang kita lakukan, itu karena taufik dan hidayah dari Allah Ta’ala, maka sudah selayaknya kita banyak bersyukur dan lebih meningkatkan kualitas serta kuantitas ibadah kepadaNya.

Jadi ketika kita sudah mendapatkan hidayah (petunjuk) Allah subhanahu wa taala, maka tugas kita selanjutnya adalah meminta kepada Allah, agar diberikan taufik (kemudahan) untuk mempelajari ilmu agama islam, sebagai bekal beribadah dan beramal shalih. Karena kaitan antara taufik dan hidayah Allah itu sangat erat.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

وَيَجِبُّ أن يَعلَـمَ العَبـدُّ أنَّ عَمَلَـهُ مِن الحَسَنَـاتِ هُـوَ بِفَـضلِ اللَّهِ وَرَحمَتِـه ، ومِن نِعمَتِـهِ ، كَمَـا قَـالَ أهـلُ الجَنَّـة

Dan wajib diketahui oleh setiap hamba bahwasanya apa yang dia usahakan dari amal kebaikan itu semata mata karena keutamaan dari Allah Ta’ala, rahmat dan kenikmatan dariNya. Sebagaimana yang diucapkan oleh para penduduk surga :

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهتَدِيَّ لَولَا أَن هَـدَانَا اللَّهُ

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada kami untuk ini dan kami tidak akan mendapatkan hidayah kalau sekiranya kami tidak diberi hidayah oleh Allah.” (Majmu’ al Fatawa 8/442)

Allah Ta’ala memberikan kemudahan untuk kita memperbaiki keadaan diri pribadi yang mulai lalai akan ibadah dan semoga Allah menjadikan diri kita sebagai hambaNya yang selalu bersyukur.

Allah Ta’ala berfirman,

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صٰلِحًا تَرْضٰىهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ الصّٰلِحِينَ

“Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. An-Naml 27: Ayat 19)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata; “Kalau semua kebaikan asalnya dengan taufik yang itu adanya di tangan Allah semata dan bukan di tangan manusia, maka kunci untuk membuka pintu taufik adalah selalu berdoa, menampakkan rasa butuh, sungguh-sungguh dalam bersandar, selalu berharap dan takut kepadaNya. Maka ketika Allah telah memberikan kunci taufik ini kepada seorang hamba, dimudahkan baginya berdoa, berarti Allah ingin membukakan pintu taufik kepadanya dan ketika Allah memalingkan kunci taufik ini dari seorang hamba, membuatnya sulit berdoa, berarti pintu kebaikan taufik akan selalu tertutup baginya.”
(Al-Fawaid, hlm.133)

Dalam hadits qudsi yang shahih, Allah azza wa jalla berfirman;

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ

Wahai hamba-hambaKu, kalian semua tersesat kecuali seseorang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepadaKu! Niscaya Aku akan berikan petunjuk kepada kalian.” (HR. Imam Muslim, no.4674)

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlak Mulia

Artikel Terkait

Back to top button