#Pilpres 2019DAERAH

Kapolres Garut Bantah Perintahkan Kapolsek Dukung 01

Garut (SI Online) – Kepala Kepolisian Resort Garut AKBP Budi Satria Wiguna membantah pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz tentang perintah untuk mendukung dan memenangkan Calon Presiden (Capres) 01 Joko Widodo pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019.

“Sama sekali tidak ada perintah untuk menggalang kekuatan guna pemenangan salah satu pasangan Capres-Cawapres,” kata Budi kepada wartawan di Garut, Ahad malam 31 Maret 2019 seperti dilansir ANTARA.

Kapolres tegas membantah terlibat melakukan ajakan atau mengarahkan anggota Polri di Garut untuk menggalang kekuatan memenangkan pasangan capres nomor urut 01 seperti yang dituduhkan mantan anak buahnya itu.

“Kepada para Kapolsek dan jajaran lainnya di Polres Garut, kita selalu menyampaikan peta kerawanan menjelang Pemilu,” dalihnya.

Budi mengklaim, sebagai pimpinan Polri di wilayah Garut selalu berupaya melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku, termasuk menjaga netralitas Polri dalam pesta demokrasi.

Menurut Budi, setiap bulan dan waktu tertentu selalu mengadakan rapat dengan tujuan hanya untuk menganalisa dan mengevaluasi tugas-tugas kepolisian dalam rangka pengamanan pemilu.

Garut yang memiliki 42 kecamatan itu, kata dia, merupakan daerah yang sangat luas sehingga membutuhkan ekstra pengamanan dalam setiap tahapan pemilu.

“Saya juga selalu menyampaikan terkait peta kerawanan konflik yang terdapat di wilayah hukum Polres Garut,” klaimnya.

Kapolres malah menuding balik mantan Kapolsek Pasirangi jika pengakuan terkait dukungan Pilpres ada hubungannya dengan mutasi terhadap yang bersangkutan. Padahal, kata dia, mutasi itu kewenangan Polda Jabar, bukan di tingkat Polres. “Mutasi oleh Polda, bukan Polres,” tandas Kapolres.

Sebelumnya, mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz mengungkapkan kepada wartawan bahwa Kapolres Garut telah memerintahkan anggotanya untuk memenangkan capres petahana.

Sulman melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan Kapolres Garut itu ke Lembaga Bantuan Hukum Lokataru, sekaligus jumpa pers di kantor Lokataru, Rawamangun, Jakarta Timur, Ahad (31/3).

sumber: ANTARA

Artikel Terkait

Back to top button