RESONANSI

Kaum Muda dan Dakwah Damai Dewan Da’wah

Pada titik tertentu, mereka jugalah yang akan melanjutkan kepemimpinan di berbagai sektornya, termasuk di level pemerintah pusat hingga RT.

Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih dan nyaris tak terprediksi, dakwah membutuhkan penyesuaian dalam banyak sisi. Dakwah era ini pun benar-benar butuh adaptasi dan kontekstualisasi. Tentu tanpa menepikan prinsip dan nilai utama dakwah itu sendiri.

Salah satu media utama dakwah era ini adalah media teknologi. Karena itu, digitalisasi dakwah dapat dilakukan sebagai corong literasi dakwah. Kontennya mesti benar, positif atau naik dan maslahat. Sederhananya, teknologi mesti disiasati secara kreatif agar mampu menjadi media dakwah yang efektif dan menghadirkan kemaslahatan.

Di tengah dinamika politik, umat Islam tidak boleh berdiam diri, malah mesti berperan aktif. Dakwah politik dan politik dakwah mesti dijalankan secara bersamaan sebagaimana yang sudah dilakoni oleh para pendiri Dewan Da’wah dulu.

Di sini mungkin perlu pembagian tugas yang jelas, siapa yang berperan di bidang ini dan siapa yang berperan di bidang itu. Dengan demikian, agama dalam hal ini Islam dan umatnya tidak lagi dianggap musuh negara, perusak kesatuan dan pelentur kedaulatan negara.

Dakwah mesti menyentuh hati, pikiran dan tingkah warga negara ke arah perbaikan. Sehingga seluruhnya menjadi amal kebaikan yang menghantarkan terwujudnya masyarakat dan negara yang islami.

Umat Islam tidak boleh menjadi burung yang selalu berdiam dalam sangkar, tapi mesti mampu berselancar. Dakwah dari waktu ke waktu mesti semakin ekspansif, terutama di kalangan kaum muda.

Sebab merekalah yang kini mendominasi peta kependudukan berdasarkan usia. Dakwah mesti masuk pada ranah kaum muda yang dalam banyak hal masih labil dan mudah tercemari oleh berbagai virus yang berbahaya: hedonis, bebas tanpa batas dan serba boleh.

Bila dakwah menyentuh generasi zaman now ini, maka kita sangat optimis bahwa masa depan dakwah bahkan negeri ini jauh lebih cerah dan tentu saja lebih berkemajuan.

Sejarah mesti berlanjut, kita tidak boleh berhenti atau mundur ke belakang. Sejarah masih bersama kita, jangan titipkan sejarah pada siapapun! (*)

Syamsudin Kadir, Bidang Dakwah dan Pendidikan Dewan Da’wah Kota Cirebon

Laman sebelumnya 1 2 3

Artikel Terkait

Back to top button