SURAT PEMBACA

Kebodohan Hakiki adalah Menolak Syariat Islam

Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam tapi seperti yang kita saksikan saat ini banyak kaum muslim justru antipati menjalankan aturan/syariat agama yang mereka yakini.

Bukan tanpa alasan umat Islam saat ini enggan dan antipati terhadap aturan Islam. Ghazwul fikri atau serangan pemikiran yang menyebabkan sebagian umat Islam kosong akan ilmu Islam yang dianutnya. Opini negatif tentang Islam yang begitu massif dipropagandakan media membuat sebagian umat Islam takut mengkaji Islam dan pada akhirnya antipati terhadap aturan Islam. Syariat Islam digambarkan seolah olah ‘hantu’ yang menakutkan dan tidak layak diajarkan apalagi diterapkan.

Hari ini kita menyaksikan bagaimana sebagian umat Islam malah membenci saudaranya yang memperjuangkan Islam. Ulama yang mengajak pada kebenaran Islam dicaci, dipersekusi, diintimidasi dan difitnah seolah-olah tidak ada tempat bagi kaum muslim mendakwahkan Islam kaffah.

Syariat Islam yang datang dari Allah mereka katakan tidak sesuai dengan pancasila, jadi harus ditentang dan dilawan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan yang berlawanan dengan Pancasila harus dilawan.

“Begini, negara kita ini kan bukan negara Islam. Negara kita ini negara… sudah jelas ideologinya, ideologi lain nggak bisa dikembangkan di sini. Sepanjang itu berlawanan dengan ideologi Pancasila, ya harus dilawan.” (news.detik.com).

Mereka membenci syariat Islam seolah-olah syariat Islam adalah racun yang berbisa dan mematikan sehingga siapapun yang menyebarkannya harus dilawan. Mereka berdalih bahwa syariat Islam tidak relevan diterapkan karna yang tinggal di bumi Indonesia ini bukan hanya muslim. Indonesia adalah negeri dengan aneka ragam agama suku, ras, dan budaya.

Banyak yang mengatakan jika ingin menerapkan syariat Islam silahkan keluar dari negeri ini. Mereka lupa bahwa bumi yang mereka pijak adalah bumi milik Allah dan seharusnyalah aturan Allah yang diterapkan dan sudah seharusnya kaum muslim berkomitmen dengan keyakinan Islam yang diimani.

Hari ini kita saksikan bagaimana negeri ini ditimpa berbagai masalah yang dihadapi tanpa ada solusi tuntas. Solusi yang ditawarkan justru menambah masalah baru. Tentu masih jelas dalam ingatan kita bagaimana kisruhnya tahun ajaran baru ketika sistem zonasi mulai diberlakukan.

Niat awal memberlakukan sistem zonasi agar memeratakan pendidikan dari segi kualitas malah menambah masalah baru karna salah memberikan solusi.Seharusnya yang dibenahi adalah sistem pendidikan yang ada saat ini bukan sekedar zonasi.

Dan masih banyak masalah lain seperti SDA yang justru dikelola asing, HIV AIDS, riba, yang semuanya harusnya diberikan solusi tuntas.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button